BEBAN kerja tim medis mulai berkurang. Di Jakarta, Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran terasa semakin longgar.
“Sampai hari ini, pasien yang masih dirawat berjumlah 3.133 orang. Persentasenya 55,27% dari total daya tampung yang mencapai 5.994 tempat tidur,” kata Humas RS Wisma Atlet Kolonel Marinir Aris Murdian, Jumat, 12 Maret 2021.
Ia memaparkan ada pengurangan jumlah pasien sebanyak 164 orang karena sembuh. “Dari 3.477 pasien berkurang menjadi 3.133 orang.”
Dengan persentase keterisian tempat tidur di bawah 60%, beban kerja petugas ke sehatan bisa berkurang. Petugas kesehatan akan sangat kewalahan jika tingkat keterisian pasien covid-19 mencapai di atas 60%.
Wisma Atlet dioperasikan sebagai rumah sakit darurat sejak 23 Maret 2020. Total sudah 72.547 pasien yang dirawat. Sebanyak 69.234 pasien sudah keluar, terdiri atas 709 orang dirujuk ke rumah sakit lain, 68.439 sembuh, dan 86 meninggal dunia.
Pasien covid-19 dirawat di 4 tower, yakni 4, 5, 6, dan 7. Pasien di rumah sakit darurat ini hanya yang bergejala ringan dan sedang.
Penurunan jumlah pasien baru juga terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, setelah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Pekan lalu, penambahan kasus baru mencapai 170 orang. Pekan ini, dalam satu minggu ada penambahan 140 kasus infeksi baru.
“Dari pekan-pekan sebelumnya, terus terjadi tren penurunan kasus baru,” kata juru bicara satgas covid-19, Yusman Faisal.
Dampak positif diberlakukannya PPKM mikro di daerah ini membuat 10.364 RT berada pada zona hijau. Hanya 119 RT yang masih berada pada zona kuning. Cianjur sudah tidak ada RT dalam zona merah.
Sekolah tatap muka
Di sejumlah daerah, penerapan protokol kesehatan ma sih menjadi kawalan satgas covid-19.
Di Kota Sorong, Papua Barat, dua sekolah da sar mencoba membuka pembelajaran tatap muka. Mereka tidak mengantongi izin dari Wali Kota dan satgas covid-19. Kedua sekolah itu ialah SD Negeri 26 dan SD Yapis An Nur.
Satgas yang datang ke sekolah langsung meminta seluruh siswa pulang. Kepala sekolah dan para pendidik mendapat teguran.
“Meski menerapkan protokol kesehatan, mereka belum diizinkan menggelar pembelajaran tatap muka. Kali ini kami memberikan sanksi teguran. Namun, jika diulang lagi, akan ada tindakan tegas untuk guru dan kepala sekolah,” kata tim satgas covid-19, Fenty Tallane.
Kepala SD Negeri 26, Maria Hokoyoku mengaku sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka mulai Senin, 8 Maret 2021. “Kami menerapkan protokol kesehatan ketat,” kilahnya.
Akhir pekan membuat kesibukan anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, bertambah. Mereka mendapat perintah untuk mengawasi aktivitas pesta pernikahan warga yang biasanya digelar pada Sabtu dan Minggu.
“Kami tidak melarang, tetapi kami mengharuskan pesta pernikahan dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat,” papar Kepala Dinas Satpol PP Erwin Muchsin.
Pengawasan dilakukan dengan menyebar dan menempatkan anggota satpol PP. Di setiap pesta pernikahan dipastikan dihadiri dua anggota mereka. “Tidak boleh ada kerumunan,” tandas Erwin. Dok Media Indonesia Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News