Metode Saliva Percepat Testing Covid-19

Metode Saliva Percepat Testing Covid-19

13 Februari 2021 07:47
PEMERINTAH berencana mengganti PCR swab test dengan PCR saliva atau tes saliva sebagai metode diagnosis virus korona. Tes saliva yang menggunakan air liur dinilai lebih memiliki keunggulan ketimbang tes swab.

Pertama, metode pengumpulan saliva tidak terlalu invasif bila dibandingkan dengan swab tenggorok sehingga mampu mengurangi ketidaknyamanan pasien. Kedua, saliva dapat digunakan untuk mendeteksi SARS-CoV-2 pada pasien dengan atau tanpa gejala.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengatakan tes saliva saat ini tengah dalam tahapan penelitian. Segera setelah penelitian akan dilakukan validasi yang diperkirakan dapat terlaksana lebih cepat.

“Saliva sedang diteliti lembaga Eijkman bersama LIPI dan Unpad. Ini akan segera diterapkan tergantung kelancaran uji validasi dan keputusan Menkes,” ungkapnya kepada Media Indonesia, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, tes saliva merupakan metode diagnostik covid-19 yang lebih cepat daripada swab. Hal itu akan mendukung upaya percepatan penanganan covid-19 dari segi testing.

“Kelebihannya lebih nyaman, tidak perlu dicolok (ke tenggorokan) dan murah, serta cepat karena tidak harus ekstraksi RNA sebelum ke mesin PCR,” jelasnya.

Kepala Lembaga Eijkman Amin Soebandrio mengungkapkan pihaknya masih terus mengembangkan penelitian terkait metode saliva. Meski progres penelitian masih cukup dini, tes saliva sangat penting bagi penanganan covid-19 di Tanah Air.

“Penelitiannya masih preliminary. Memang belum dapat ditargetkan, tapi kita terus bergerak cepat untuk mendukung penanganan covid-19 ini,” ungkapnya.

Amin kembali menegaskan bahwa keunggulan metode saliva bisa menjadi standar baru untuk testing. Terlebih, metode tersebut tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengetahui hasilnya.

Dikutip dari Healthline, sejauh ini tes PCR covid-19 menjadi standar penegakan diagnosis karena akurasinya yang sangat tinggi untuk mendeteksi keberadaan viral load virus korona.

“Tes air liur sangat sensitif. Ini dapat mendeteksi virus serta satu salinan per mikroliter air liur,” kata Dr Spencer Kroll FNLA, spesialis penyakit dalam di New Jersey, AS. 

Meski demikian, Kroll menegaskan hasil tes saliva tidak bisa digunakan sebagai satu-satunya metode diagnosis pasien covid-19. Dok.MI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(WWD)

Grafis Virus Korona