SEHARI-HARI, Simpang Karanglewas, di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, selalu dipadati kendaraan bermotor. Dalam satu jam, lebih dari 4.000 kendaraan yang lewat.
Namun, dua hari terakhir, jumlah itu terus menyusut. Terakhir, kemarin, dalam per jam rata-rata hanya 2.000-an kendaraan yang beraktivitas di sana.
“Gerakan Jateng di Rumah Saja efektif menekan mobilitas warga. Kami membuktikannya dengan mencatat jumlah kendaraan yang melintas di sejumlah ruas,” kata Kepala Dinas Perhubungan Agus Nurhadi.
Di dalam kota, arus kendaraan hari biasa bisa mencapai 3.000-an kendaraan per jam, turun drastis hanya 500-an. Di perbatasan dengan daerah lain, Satgas Covid-19 mengoperasikan enam posko yang dijaga aparat gabungan.
“Kendaraan Jateng dengan pelat nomor selain Banyumas diminta putar balik. Hanya kendaraan yang berasal dari luar Jateng yang boleh lewat,” tambah Agus.
Di Brebes, jalur pantura juga semakin lengang. Semua pertokoan dan pasar tutup. Gerakan Jateng di Rumah Saja semakin berdampak sepi di area publik, karena seharian hujan mengguyur wilayah ini.
“Kami bersykur imbauan Gubernur Jateng ditaati warga. Pasar induk dan semua pasar lingkungan semuanya sepi, tanpa pedagang tanpa pembeli,” kata Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Zaenudin Karmo Ali.
Sayangnya, di daerah lain, pasar yang tutup pada Sabtu, kemarin dibuka lagi. Di Kabupaten Semarang, Salatiga, Batang, Kendal dan Blora, warga dan pedagang kembali beraktivitas di pasar tradisional, meski dibatasi hanya sampai pukul 12.00 WIB.
“Kami atur dengan sistem bergantian masuk pasar, sehingga tidak sampai terjadi penumpukan orang,” kata Plt Kepala Dinas Perdagangan Kendal Alfebian Yulando.
Kampung Tangguh
Upaya penanggulangan covid-19 di Jawa Timur masih mengandalkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Satgas Covid-19 memperkuat Satuan Kampung Tangguh.
“Kampung Tangguh merupakan modal sosial yang sudah kami kembangkan sejak 8 bulan lalu. Dampaknya nyata dalam menekan penyebaran covid-19,” ujar Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menemui warga di Kabupaten Madiun. Kampung Tangguh adalah inovasi
Polda Jawa Timur yang sesuai dengan rekomendasi WHO, yakni melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Sampai saat ini, jumlah Kampung Tangguh di Jatim sudah mencapai 3.160 unit dan
masih terus bertambah.
Masih tingginya angka infeksi baru membuat Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X memastikan pemberlakuan PPKM akan diperpanjang. “Namun, kami bersama bupati dan wali kota sepakat untuk melonggarkan jam operasional rumah makan, sehingga ekonomi terus berjalan,” ujarnya.
PPKM diperpanjang dua pekan ke depan, pada 9-23 Februari. Jam buka rumah makan yang semula dibatasi sampai 19.00 WIB dilonggarkan hingga 21.00.
Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, akan menerapkan jam malam, pekan depan, pada pukul 21.00-05.00 Wita. “Penerapannya akan dibarengi siskamling di permukiman,” ujar Wakil Wali Kota Hermanus Man. Dok.MI Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News