Jepang Laporkan Temuan 93 Kasus Varian Baru

Jepang Laporkan Temuan 93 Kasus Varian Baru

20 Februari 2021 08:06
OTORITAS kesehatan Jepang melaporkan telah menemukan lebih dari 90 kasus varian baru virus korona.

Varian tersebut diyakini berasal dari luar negeri, tetapi berbeda dengan varian dari Inggris dan Afrika Selatan, menurut Institut Penyakit Menular Nasional Jepang.

“Varian mutan, yang dikenal sebagai E484K, telah ditemukan dalam 91 kasus di daerah Kanto di Jepang timur dan dalam dua kasus di bandara,” kata Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobo Kato kepada wartawan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga saat ini Jepang telah melaporkan 151 kasus varian dari Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil.

Sementara itu, jumlah infeksi virus korona harian di seluruh dunia mengalami penurunan selama sebulan dan pada Selasa, 16 Februari 2021 angka tersebut mencapai titik terendah sejak pertengahan Oktober 2020. 

Optimisme terkait jalan keluar dari krisis itu telah dihadang oleh varian baru virus tersebut sehingga meningkatkan kekhawatiran tentang kemanjuran vaksin. Para ahli kesehatan pun memperingatkan agar tidak bersikap apatis, bahkan ketika vaksin sedang diluncurkan di seluruh dunia.

“Sekarang bukan waktunya untuk lengah,” kata Kepala Teknis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Covid-19 Maria van Kerkhove di Jenewa, Swiss.

Ketidaksetaraan global

Presiden Prancis Emmanuel Macron telah meminta Eropa dan AS untuk segera mengirim hingga 5% dari pasokan vaksin virus korona mereka ke negara-negara berkembang.

Macron mengatakan kepada Financial Times bahwa kegagalan membagikan vaksin secara adil akan menimbulkan ketidaksetaraan global.

“Kami tidak berbicara tentang miliaran dosis dengan segera, atau miliaran dan miliaran euro,” kata Macron kepada Financial Times.

Di sisi lain, Gedung Putih mengatakan Presiden AS Joe Biden akan mengumumkan janji pendanaan sebesar US$4 miliar untuk skema berbagi vaksin global yang dikenal sebagai Covax.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, yang akan memimpin pertemuan tersebut, diperkirakan menjanjikan kelebihan dosis vaksin untuk Covax.

Hingga saat ini setidaknya 110 juta orang telah terinfeksi virus korona di seluruh dunia dan lebih dari 2,4 juta telah meninggal, menurut angka dari Johns Hopkins University. Dok Media Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(WWD)

Grafis Virus Korona