Presiden Minta Vaksinasi Massal Dikebut

Presiden Minta Vaksinasi Massal Dikebut

Grafis vaksin covid-19
10 Juni 2021 07:50
PRESIDEN Joko Widodo meminta daerahdaerah untuk terus mengebut vaksinasi covid-19 secara massal agar mencapai target vaksinasi 700 ribu dosis hingga satu juga dosis per hari dan mempercepat terciptanya kekebalan komunal (herd immunity).

“Kita ingin proses vaksinasi seperti yang dilakukan di Kabupaten Tangerang dengan jumlah banyak ini dilakukan juga provinsi lain, oleh kabupaten/kota yang lain sehingga kecepatan kita mengejar 700 ribu per hari untuk Juni dan 1 juta per hari (Juli) untuk vaksinasi betul-betul bisa kita kejar,” ucap Presiden seusai meninjau vaksinasi di Sport Center Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu, 9 Juni 2021.
 
Presiden menyatakan pada Juni ini target vaksinasi per hari 700 ribu dosis dan akan terus ditingkatkan. Bulan depan, vaksinasi dicanangkan bisa mencapai 1 juta dosis per hari.

Di Kabupaten Tangerang itu, Presiden meninjau vaksinasi untuk 10 ribu orang masyarakat umum dari kalangan lansia, pralansia, tenaga pendidik, dan lainnya. Presiden mengapresiasi manajemen vaksinasi massal di Kabupaten Tangerang yang berlangsung rapi dan tertib. Kepala Negara menginginkan vaksinasi seperti di Kabupaten Tangerang juga dilakukan di daerah lain.
 
Sebelum ke Tangerang, Presiden juga meninjau vaksinasi massal yang digelar di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) Depok, Jawa Barat. Vaksinasi tersebut dlakukan pada 1.500 orang yang terdiri atas kelompok lansia, pelayan publik, tenaga kependidikan, dan pengemudi ojek daring, maupun ojek pangkalan. 

Sentra vaksin
Untuk memuluskan target vaksinasi massal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah saat ini memerlukan banyak sentra vaksin salah satunya dukungan pengadaan vaksin dari pihak swasta. Ini untuk memudahkan masyarakat mendapatkan vaksin dengan cepat dan dekat.

“Pemerintah memerlukan banyak sentra vaksin karena pemerintah ingin rate penyuntikan tahap selanjutnya ialah 700 ribu penyuntikan per hari, artinya dalam menuju 1 juta per hari maka harus memperbanyak sentra-sentra vaksinasi kalau bisa sentra tetap,” kata Airlangga dalam kunjungan ke Sentra Vaksinasi Sertiam di gedung SMA Santa Ursula, Jakarta Pusat, Rabu.

Dengan begitu, kata dia, masyarakat sudah tahu ke mana mendaftarkan diri untuk vaksinasi. Terlebih mulai kemarin telah dimulai pemberian vaksin pada masyarakat umur 18 tahun sehingga hampir semua usia bisa dilayani. “Target pemerintah kan sampai akhir tahun ini 70% masyarakat sudah divaksinasi jadi semakin banyak (penyelenggara swasta) semakin bagus,” tambahnya.

Dalam kunjungan ke SMA Santa Ursula, Airlangga mengapresiasi penyelenggaraan vaksin yang diadakan swasta khususnya sekolah tersebut yang dibuka pada 20 Maret hingga 30 Juni. Vaksin yang digunakan, yakni Astrazeneca. Dia menambahkan, vaksinasi yang dilakukan pemerintah dan swasta dinilai sudah terasa dampaknya terhadap sektor perekonomian. Hal itu terlihat dari purchasing manager index (PMI) manufaktur yang mencapai poin 55,3 pada Mei 2021.

“Perekonomian relatif membaik dan kita lihat setelah Ramadan sirkulasi dana di masyarakat sebesar Rp150 triliun jadi naik jika dibandingkan dengan tahun lalu,” kata Airlangga.

Selain itu, lanjut Airlangga, indeks keyakinan konsumen untuk berbelanja juga sudah mulai membaik. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga agar ekonomi bisa bergerak. Dok Media Indonesia
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif