Mengatasi Burnout atau Kelelahan Kerja Selama WFH

Mengatasi Burnout atau Kelelahan Kerja Selama WFH

Grafis covid-19
22 Agustus 2021 10:19
PANDEMI covid-19 yang tidak kunjung reda di Indonesia menyebabkan berbagai perusahaan masih menerapkan sistem bekerja di rumah atau work from home (WFH). Penerapan sistem ini dilakukan sejak awal pandemi, yaitu Maret 2020 sampai saat ini. WFH dilakukan untuk mengurangi penyebaran covid-19 di Indonesia agar dapat terkendali.

Namun, kebijakan WFH yang terus dilakukan menimbulkan masalah baru pada kondisi mental para pekerjanya. Berdasarkan data Pipefy, 32% pekerja mengalami burnout. Data ini juga didukung Delloite, yaitu 77% pekerja mengalami burnout saat melakukan WFH. Burnout adalah kondisi ketika pekerja mengalami kelelahan pada pekerjaan yang sering dilakukan. Kelelahan ini berbeda dari kelelahan biasanya. Kondisi ini biasanya dapat menimbulkan permasalahan mental lainnya, atau menurunnya produktivitas dari pekerja tersebut.

Banyak pekerja yang mengalami burnout ini seharusnya menjadi perhatian khusus bagi perusahaan maupun karyawan tersebut. Hal ini menjadi penting karena kondisi covid-19 di Indonesia yang belum dapat terkendali dengan baik sehingga kebijakan WFH akan terus dilakukan. Pencegahan pada kondisi burnout selama WFH merupakan hal penting agar produktivitas dari pekerja dapat terjaga serta pekerja dapat mengalami kondisi mental yang baik. Dok. Media Indonesia

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif