Sudah Membuktikan Taji Vaksinasi

Sudah Membuktikan Taji Vaksinasi

19 Februari 2021 08:02
VAKSINASI itu baik. Ganjar Pranowo sudah membuktikannya. “Tujuh minggu berturut-turut sebelum vaksinasi, rata-rata 200 tenaga kesehatan terpapar covid-19 dalam satu pekan. Setelah vaksinasi jumlahnya menurun secara bertahap, dari 170, 140, 55, dan terakhir 27 orang,” papar Gubernur Jawa Tengah itu, di Kabupaten Batang, Kamis, 18 Februari 2021.

Selain itu, ia juga menerima laporan tidak ada tenaga kesehatan yang meninggal dunia dalam dua minggu terakhir. Untuk itu, kepada para bupati dan kepala dinas kesehatan, Ganjar meminta vaksinasi tahap selanjutnya digenjot.

Pada tahap kedua, vaksinasi akan dilakukan untuk petugas pelayanan publik dan kelompok masyarakat. “Jadi nanti, vaksin jalan, protokol kesehatan jalan, dan PPKM mikro jalan, sehingga kasus baru covid-19 akan
lebih cepat turun,” lanjut Ganjar. 

Di Jawa Tengah, klaster tenaga kesehatan sempat meruyak di Jepara, Semarang, Kudus dan Kendal. Namun, sejak vaksinasi dilakukan, tidak ada klaster tenaga kesehatan yang muncul.

Di Purwakarta, Jawa Barat, Bupati Anne Ratna Mustika sudah menyiapkan orang-orang yang akan divaksinasi pada tahap kedua. Mereka adalah guru, ASN, anggota TNI dan Polri, pedagang pasar, dan pengemudi angkutan umum. “Kami sudah mengajukannya ke pemerintah provinsi. Ada 3.000 guru, dan 3.500 ASN,” lanjutnya.

Anne yakin vaksinasi akan menurunkan jumlah kasus covid-19 di wilayahnya. “Tapi, masyarakat tetap kudu disiplin menerapkan protokol kesehatan.”

Jangan disanksi
Di sisi lain, epidemiolog Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Bayu Satria Wiratama tidak sepakat jika ada sanksi untuk penolak vaksinasi covid-19. “Sebaiknya, ditempuh kebijakan memundurkan jadwal vaksinasi bagi mereka
yang menolak.”

Ia menilai, sanksi belum perlu, karena komunikasi dan edukasi soal vaksinasi belum maksimal. “Saya juga kurang setuju ada denda untuk vaksin.”

Yang perlu dilakukan pemerintah saat ini, lanjut dia, ialah menyiapkan ketersediaan vaksin sebanyak mungkin agar semua lapisan masyarakat bisa mendapatkannya.

Vaksinasi terus dilakukan kepada orang yang lebih membutuhkan dan mau menjalaninya. Pemerintah juga mengimbanginya dengan edukasi.

Pentingnya edukasi juga disadari Pemerintah Kota Palembang, Sumatra Selatan. Karena itu, mereka giat menyosialisasikan pentingnya vaksinasi di kalangan milenial.

Mereka merangkul Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Palembang untuk mengampanyekannya. “Kami akan bergerak di kalangan milenial. Harus terus kami lakukan, karena masih banyak warga yang ragu dengan vaksinasi,” kata Sekretaris Daerah Ratu Dewa.

Di sejumlah daerah, vaksinasi untuk tenaga kesehatan juga belum berjalan maksimal. Di Bangka Belitung, misalnya, pada dosis pertama dari total sasaran 13.174 tenaga kesehatan yang sudah divaksin baru 9.967 orang atau 75,66%. Adapun pada dosis kedua, lebih parah lagi, baru mencapai 6.051 orang atau hanya 45,93%.

Namun, juru bicara Satgas Covid-19 Andi Budi Prayitno optimistis vaksinasi untuk tenaga kesehatan akan tuntas sesuai target. Dok Media Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(WWD)

Grafis vaksin covid-19