Kronologi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182
Kronologi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182
Kronologi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182
Kronologi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182
Kronologi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182
Kronologi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182

Kronologi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182

Grafis pesawat hilang
10 Januari 2021 14:31
Jakarta: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memaparkan kronologi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB.

"Bahwa telah terjadi 'lost contact'; pesawat udara Sriwijaya rute Jakarta-Pontianak dengan 'call sign' SJ 182. Terakhir terjadi kontak pada pukul 14.40," kata Menhub dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Sabtu.

Ia menuturkan pesawat PK CLC itu lepas landas pada pukul 14.36 WIB, kemudian pada pukul 14.37 diizinkan naik ketinggian 29.000 kaki dengan mengikuti 'instrument departure'.

Pada pukul 14.40, pengendali lalu lintas udara (ATC) melihat Sriwijaya tidak ke arah 075 derajat, melainkan ke Barat Laut.

"Tidak lama kemudian, dalam hitungan detik target Sriwijaya hilang dari radar," ujar Menhub.

Atas kejadian tersebut, Budi mengatakan, manajer operasi langsung berkoordinasi dengan Basarnas dan instansi terkait.

"Pada pukul 17.30, Presiden memberikan arahan ke kami untuk memaksimalkan pencarian," tambahnya.
 
Sementara itu Direktur Utama Sriwijaya Air Jefferson Irwin Jauwena mengatakan Pesawat Sriwijaya SJ 182 layak terbang.
  
"Kondisi pesawat dalam kondisi sehat," katanya.
  
Ia mengatakan sebelum SJ 182 terbang, dinyatakan tidak mengalami kerusakan. Sebelum hilang kontak, pesawat Sriwijaya Air terkait sudah terbang ke Pontianak dan Pangkal Pinang. Saat terbang ke Pontianak kedua kalinya seharusnya tidak ada masalah.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jenis Boeing 737-500 dikabarkan hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di Utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Berdasarkan informasi dari Basarnas, pesawat itu hilang kontak di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu. 

Berdasarkan data manifes, pesawat yang diproduksi pada tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi, serta 12 kru terdiri atas enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Keberadaan pesawat itu tengah dalam investigasi dan pencarian oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Koordinasi langsung dilakukan dengan berbagai pihak, baik kepolisian, TNI, maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dok MetroTV
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif