Megakorupsi Asuransi Jiwasraya

Megakorupsi Asuransi Jiwasraya

Grafis kasus korupsi
27 Desember 2021 11:12
KASUS korupsi di perusahaan asuransi pelat merah ini pertama kali terungkap pada 2018 melalui laporan salah satu nasabah. Jiwasraya saat itu mengalami kesulitan likuiditas sehingga terjadi keterlambatan pencairan polis produk bancassurance jatuh tempo yang nilainya mencapai Rp802 miliar. Permasalahan pencairan polis ini berujung pada temuan adanya kasus korupsi di dalam tubuh perusahaan asuransi tertua negeri ini. Apabila ditelusuri lebih jauh, permasalahan yang terjadi di tubuh Jiwasraya sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 2000-an dan tak sedikit pula pihak yang terlibat dalam kasus korupsi yang merugikan negara hingga Rp16,8 triliun ini. Penyebab permasalahan tersebut tidak lain berasal dari dalam tubuh Jiwasraya sendiri yang memiliki produkproduk yang bukannya membawa untung, tapi malah membuat buntung.

Sejak 2018 sampai 2020, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan Jiwasraya, seperti menghentikan penjualan produk-produk yang merugi hingga meningkatkan kualitas manajemen risiko perusahaan dengan menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan fairness. Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya pun telah memiliki dan menggunakan standardisasi penempatan portofolio investasi yang ideal dan sesuai dengan aturan. Demi menguatkan upaya tranformasi tersebut, saat ini sudah diterapkan pula penggunaan prinsip good corporate governance (GCG) hingga pelaporan LHKPN. Selain itu, kasus korupsi Jiwasraya telah ditangani secara serius oleh pemerintah. Hal tersebut dibuktikan dengan dilakukannya penahanan terhadap para tersangka, yang dua di antaranya divonis penjara seumur hidup. Dok. Media Indonesia

(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif