Beberapa Tragedi Kerusuhan Sepakbola yang Banyak Memakan Korban Jiwa

Beberapa Tragedi Kerusuhan Sepakbola yang Banyak Memakan Korban Jiwa

03 Oktober 2022 16:27
Jakarta: Kabar duka kembali menyelimuti sepak bola Indonesia. Laga derbi Jawa Timur yang mempertemukan Arema FC vs Persebaya berakhir dengan tragedi memilukan. 

Sebanyak 125 orang yang terdiri atas 123 suporter dan dua personel dari kepolisian meninggal dunia. Sementara ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Karena peristiwa ini, Tragedi Kanjuruhan tercatat menempati peringkat ketiga di dunia dalam hal jumlah korban yang meninggal akibat kerusuhan yang berlangsung di stadion.

Adapun korban meninggal terbanyak akibat kerusuhan suporter terjadi di Estadio Nacional di Peru ketika pertandingan Peru vs Argentina pada 24 Mei tahun 1964 yang menewaskan 328 orang.

Berikut beberapa kerusuhan sepak bola yang mengakibatkan korban jiwa:


1. Estadio Nacional Disaster, Lima, Peru, 328 orang tewas (24 Mei 1964)

2. Accra Sports Stadium Disaster, Accra, Ghana, 126 orang tewas (9 Mei 2001)

3. Tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Indonesia, 125 orang tewas (1 Oktober 2022)

4. Hillsborough Disaster, Sheffield, Inggris, 96 orang tewas (15 April 1989)

5. Kathmandu Hailstorm Disaster, Kathmandu, Nepal, 93 orang tewas (12 Maret 1988)

6. Mateo Flores National Disaster, Guatemala City, Guatemala, 80 orang tewas (16 Oktober 1996)

7. Port Said Staduim Riot, Port Said, Mesir, 79 orang tewas (1 Februari 2012)

8. Puerta 12 Estadion Monumental, Buenos Aires, Argentina, 71 orang tewas (23 Juni 1968).

9. Second Ibrox Stadium Disaster; Galsgow Skotlandia, 66 orang tewas (1971)

10. Luzhiniki disaster; Lenin Stadium Moscow Rusia, 66 orang tewas (20 Oktober 1982).

Dok: Medcom.id/foto
(WWD)

Grafis Arema Malang

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif