Ini 3 Varian Omicron Umum Beserta Gejalanya

Ini 3 Varian Omicron Umum Beserta Gejalanya

Grafis covid-19
03 Maret 2022 08:30
Sampai saat ini, Omicron masih merupakan varian dominan dan menjadi penyumbang sebagian besar infeksi covid-19 di seluruh dunia.

Hal ini disampaikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia dalam jumpa pers, Kelompok Penasihat Teknis WHO tentang Evolusi Virus SARS-CoV-2 (TAG-VE). Pertemuan itu berbicara tentang berbagai sub varian Omicron. 

Melansir dari laman Times of India, varian Omicron atau B.1.1.529 merupakan penerus dari varian Delta. Dan menurut WHO terdiri dari beberapa sub-garis keturunan di mana yang paling umum adalah BA.1, BA 1.1. dan BA.2. Bahkan, sub varian BA.2 menjadi perhatian utama para peneliti dan pakar kesehatan saat ini. Ada juga sub varian BA.3 Omicron. 

Omicron sub varian BA. 1  

Merupakan sub varian pertama dari varian Omicron yang terlihat setelah varian Delta dari virus korona. Garis keturunan BA.1, yang menyumbang 97,4 persen dari urutan yang dikirimkan ke GISAID pada 19 Januari. 

Gejala umum infeksi covid-19 yang diinduksi Omicron adalah sakit tenggorokan, pilek, pilek, bersin, sakit kepala, nyeri tubuh, dan demam ringan. Gejala seperti hilangnya penciuman dan rasa, tidak dominan pada sub varian ini.


Omicron sub varian BA.1.1  

Sesuai studi penelitian BA.1.1 memiliki 40 mutasi. Ini bersama dengan tiga garis keturunan lainnya ditemukan di Afrika Selatan. Menurut penelitian, pada 10 Februari 2022, ketika BA.2 menyumbang 1 persen dari total infeksi, BA.1.1. sudah terdeteksi di 69 negara. Gejala sub varian BA.1.1 tidak berbeda dari varian lainnya.

 
Omicron sub varian BA.2  

BA.2 berbeda dari BA.1 dalam urutan genetiknya. Penelitian menunjukkan bahwa BA.2 memiliki keunggulan pertumbuhan dibandingkan BA.1. Studi sedang berlangsung untuk memahami alasannya. 

Data awal menunjukkan bahwa BA.2 tampaknya lebih menular daripada BA.1, yang saat ini tetap menjadi sublineage Omicron paling umum yang dilaporkan. 

WHO juga menyatakan, perbedaan dalam transmisibilitas ini tampaknya jauh lebih kecil daripada, misalnya, perbedaan antara BA.1 dan Delta. 

Sumber: Medcom.id/Times of India/Gaya
Infografis: Rendy Angga Saputra
(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif