PPKM Longgar, Kasus Meroket

PPKM Longgar, Kasus Meroket

15 Maret 2021 12:58
PEMBERLAKUAN pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diterapkan di sejumlah daerah telah mengalami perpanjangan waktu. Namun, kasus covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Salah satunya terjadi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, yang telah memperpanjang PPKM sebanyak empat kali atau delapan minggu.
 
Kota Kupang tercatat sebagai daerah dengan kasus penyebaran covid-19 tertinggi atau menyumbang 46% dari total kasus di NTT jika dibandingkan dengan Ende sebesar 6,3%. “Rata-rata pertambahan kasus harian covid-19 di NTT mencapai 66 orang pada Februari 2021, sedangkan tambahan kasus harian di NTT 151 orang,” kata epidemiolog Ermi Ndun, kemarin.
 
Kota Kupang memberlakukan PPKM mulai 13 Januari hingga kini. Namun, sejak 1-14 Maret terjadi lonjakan 3.494 kasus. Kasus kematian pun bertambah dari 128 orang pada Februari menjadi 146 hingga kemarin.
 
Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Kupang Enest Ludji mengatakan masih ada warga yang terlihat cuek dengan kondisi pandemi. “Di angkot tidak terkendali, beberapa kali kami temukan dan berikan teguran kepada sopir angkot,” tambahnya.
 
Ia mengatakan terdapat potensi besar penyebaran seperti di sejumlah kasir pertokoan yang tidak menerapkan protokol kesehatan secara ketat seperti tidak menjaga jarak dan memakai masker secara benar.
 
Terpisah, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengatakan PPKM skala mikro efektif menekan penyebaran covid-19. “Kami sangat mendukung perpanjangan PPKM skala mikro. Kebijakan ini efektif untuk menangani penyebaran pandemi,” kata Airin dalam keterangannya, kemarin.
 
Berdasarkan data, di Kota Tangerang Selatan(Tangsel) sudah ada di zona kuning dari yang sebelumnya di zona oranye setelah pemberlakuan PPKM skala mikro.
 
“Namun demikian, kita tidak boleh lengah. Kita harus terus fokus bekerja dan berusaha untuk mencapai zona hijau dan bahkan membuat Tangsel bebas dari covid-19,” kata dia. Dok. Media Indonesia

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(KHL)

Grafis Virus Korona