VAKSINASI covid-19 di Indonesia telah mulai dilaksanakan pada Januari lalu. Data pada Selasa (2/2) memperlihatkan hampir 600 ribu tenaga kesehatan telah menjalani vaksinasi, 51.999 orang di antaranya sudah menjalani suntikan tahap kedua. Diketahui, vaksinasi covid-19 dilakukan dengan 2 kali suntikan dengan tujuan merespons kekebalan tubuh (suntikan I) dan memperkuatnya (suntikan II).
Kekebalan tubuh tersebut terbentuk karena merespons komponen virus yang ada di dalam vaksin lantaran mendeteksinya sebagai ancaman infeksi. Secara sederhana, tubuh kemudian akan membentuk sel memori yang akan mengingat virus korona yang mengancam. Dengan demikian, jika suatu saat seseorang kembali terserang virus korona, tubuh akan bereaksi dengan cepat dan membentuk kekebalan.
Akan tetapi, kekebalan tubuh setelah vaksinasi tidak serta-merta terbentuk. Setidaknya dibutuhkan waktu 14-28 hari agar kekebalan tubuh terbentuk optimal.
Reaksi tubuh setelah vaksinasi
Reaksi pascavaksinasi atau disebut kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) juga perlu diketahui. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengungkapkan ada sejumlah reaksi atau efek samping paling umum setelah divaksinasi, yaitu pembengkakan di area suntik vaksin, demam, kelelahan, dan sakit kepala. Namun, KIPI tersebut masih termasuk kategori ringansedang, tidak berbahaya, dan mereka yang mengalami dapat pulih dengan cepat. Dok. MI
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News