Solo: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso meresmikan gedung kantor OJK Solo di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, Jumat, 19 Juni 2020.
Gedung baru OJK Solo perancangannya menjadi standar gedung OJK di daerah yang menggambarkan nilai visi dan misi OJK, yaitu meningkatkan perekonomian wilayah Solo Raya yang mempunyai kapasitas ekonomi besar pada sektor industri pengolahan, perdagangan, ekonomi kreatif, dan pariwisata.
Kantor OJK Surakarta memiliki wilayah pengawasan Solo Raya yang mencakup Kota Solo, Kabupaten Klaten, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, dan Sragen. Berdasarkan data, jumlah perbankan di wilayah Solo Raya meliputi 190 kantor cabang perbankan, 73 kantor pusat BPR, dan 8 kantor pusat BPR syariah.
OJK mencatat per bulan April 2020 kontribusi pembiayaan perbankan di Solo untuk kredit modal kerja tumbuh sebesar 6,52 persen secara 'year on year' (yoy), kredit kepada usaha mikro tumbuh sebesar 16,4 persen (yoy), dan kredit kepada usaha kecil tumbuh sebesar 20,23 persen (yoy).
"Sedangkan kredit untuk sektor prioritas seperti industri pengolahan, perikanan, perdagangan, dan konstruksi juga mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun lalu," kata Wimboh.
Sementara itu, realisasi restrukturisasi kredit ataupun pembiayaan di sektor UMKM di wilayah Solo Raya hingga 10 Juni 2020 yaitu untuk perbankan baik bank umum maupun BPR dan BPRS dengan outstanding sebesar Rp13,24 triliun untuk 157.552 debitur.
Selanjutnya, realisasi restrukturisasi kredit pada lembaga pembiayaan dengan outstanding sebesar Rp1,2 triliun untuk 41.839 debitur. Sedangkan realisasi restrukturisasi untuk perusahaan pergadaian dan PNM tercatat telah diberikan kepada 2.299 debitur dengan nilai Rp 138 miliar, dengan rincian pergadaian sebesar Rp49 miliar dan PNM Rp89 miliar. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News