Sejumlah pekerja terlihat sibuk memasukan makanan ringan ke dalam plastik ukuran kecil dan merekatkan plastik dengan sumber api yang keluar dari pipa-pipa gas bumi di sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (umkm) makanan ringan di Plered, Cirebon, Jawa Barat.
Sejumlah pekerja terlihat sibuk memasukan makanan ringan ke dalam plastik ukuran kecil dan merekatkan plastik dengan sumber api yang keluar dari pipa-pipa gas bumi di sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (umkm) makanan ringan di Plered, Cirebon, Jawa Barat.
Api berwarna biru tersebut merupakan gas bumi yang dipasok oleh Perusahaan Gas Negara (PGN) ke sentra-sentra umkm di wilayah Cirebon, khususnya Klitik Irwan.
Api berwarna biru tersebut merupakan gas bumi yang dipasok oleh Perusahaan Gas Negara (PGN) ke sentra-sentra umkm di wilayah Cirebon, khususnya Klitik Irwan.
Menurut pengawas Klitik Irwan Ahmad Fauzi sentra produksi makanan ringan Klitik Irwan ini telah menggunakan jaringan gas bumi selama 22 tahun, jaringan yang dipasok oleh PGN mengalir tanpa henti selama 24 jam, sehingga tidak ada kekhawatiran kehabisan bahan bakar saat memasak atau mengemas makanan.
Menurut pengawas Klitik Irwan Ahmad Fauzi sentra produksi makanan ringan Klitik Irwan ini telah menggunakan jaringan gas bumi selama 22 tahun, jaringan yang dipasok oleh PGN mengalir tanpa henti selama 24 jam, sehingga tidak ada kekhawatiran kehabisan bahan bakar saat memasak atau mengemas makanan.
Dalam sehari klitik Irwan mampu memproduksi ribuan kilogram makanan yang di jual ke berbagai daerah di pulau Jawa. Dengan gas bumi sentra produksi tersebut mampu meningkatkan daya saingnya.
Dalam sehari klitik Irwan mampu memproduksi ribuan kilogram makanan yang di jual ke berbagai daerah di pulau Jawa. Dengan gas bumi sentra produksi tersebut mampu meningkatkan daya saingnya.
Menurut Direktur Utama PGN Gigih Prakoso penggunaan jaringan gas bumi meningkatkan taraf hidup perekonomian masyarakat, khususnya kota Cirebon merupakan salah satu pusat industri yang maju di Provinsi Jawa Barat. Selain itu gas bumi jauh lebih hemat, murah serta aman dibanding bahan bakar lainnya.
Menurut Direktur Utama PGN Gigih Prakoso penggunaan jaringan gas bumi meningkatkan taraf hidup perekonomian masyarakat, khususnya kota Cirebon merupakan salah satu pusat industri yang maju di Provinsi Jawa Barat. Selain itu gas bumi jauh lebih hemat, murah serta aman dibanding bahan bakar lainnya.
PGN juga konsisten membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas bumi. Sampai saat ini, PGN tercatat telah mengelola jaringan infrastruktur pipa gas sepanjang 7.453 km.
PGN juga konsisten membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas bumi. Sampai saat ini, PGN tercatat telah mengelola jaringan infrastruktur pipa gas sepanjang 7.453 km.
PGN telah menyalurkan gas bumi sebagai energi baik ke 203.314 pelanggan dari berbagai segmen, seperti pelanggan industri manufaktur dan pembangkit listrik, pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), serta pelanggan rumah tangga yang tersebar di Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong Papua.
PGN telah menyalurkan gas bumi sebagai energi baik ke 203.314 pelanggan dari berbagai segmen, seperti pelanggan industri manufaktur dan pembangkit listrik, pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), serta pelanggan rumah tangga yang tersebar di Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong Papua.

Energi Baik untuk Masyarakat Cirebon

Ekonomi jaringan gas bumi
12 Mei 2019 10:00
Cirebon: PGN telah menyalurkan gas bumi sebagai energi baik ke 203.314 pelanggan dari berbagai segmen, seperti pelanggan industri manufaktur dan pembangkit listrik, pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit) dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Salah satunya UMKM di Plered, Cirebon, Jawa Barat. Antara Foto/Agung Rajasa
 
(KHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif