Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ketiga kiri) meninjau kemajuan pelaksanaan proyek pembangunan Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu di Labuan Bajo, NTT, Kamis, 12 November 2020.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ketiga kiri) meninjau kemajuan pelaksanaan proyek pembangunan Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu di Labuan Bajo, NTT, Kamis, 12 November 2020.

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan pelabuhan yang secara keseluruhan pembangunannya sudah mencapai 48,67 persen ini sangat penting untuk menunjang pariwisata, khususnya dalam memperlancar arus logistik.
Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan pelabuhan yang secara keseluruhan pembangunannya sudah mencapai 48,67 persen ini sangat penting untuk menunjang pariwisata, khususnya dalam memperlancar arus logistik.
Menhub meninjau proyek ini untuk memastikan pembangunan tetap berjalan meski di tengah pandemi covid-19.
Menhub meninjau proyek ini untuk memastikan pembangunan tetap berjalan meski di tengah pandemi covid-19. "Kehadiran pelabuhan ini diperlukan untuk mendukung kelancaran distribusi logistik di Labuan Bajo yang menjadi salah satu destinasi pariwisata prioritas," tambahnya.
Budi menambahkan, Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu akan dilengkapi dermaga berukuran 120 x 20 meter, trestle berukuran 60 x 12 meter, dan causeway berukuran 690 x 20 meter.
Budi menambahkan, Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu akan dilengkapi dermaga berukuran 120 x 20 meter, trestle berukuran 60 x 12 meter, dan causeway berukuran 690 x 20 meter. "Selain itu pelabuhan ini juga akan memiliki dermaga curah cair dan tangki timbun," ujarnya.

Pembangunan Terminal Pelabuhan Wae Kelambu Capai 48 Persen

Ekonomi pelabuhan infrastruktur Kementerian Perhubungan Labuan Bajo
13 November 2020 19:12
Labuan Bajo: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa progres pembangunan Pelabuhan MUltupurpose Wae Kelambu, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini sudah mencapai 48,6 persen.

"Saat ini sudah mencapai 48,67%. Perkembangan untuk dermaga mencapai 58,3%, trestle 23,8%, causeway 70%, reklamasi 40%, dan sejumlah pekerjaan fisik lainnya," kata Budi, Kamis, 12 November 2020.

Menhub meninjau proyek ini untuk memastikan pembangunan tetap berjalan meski di tengah pandemi covid-19. "Kehadiran pelabuhan ini diperlukan untuk mendukung kelancaran distribusi logistik di Labuan Bajo yang menjadi salah satu destinasi pariwisata prioritas," tambahnya. 

Budi menambahkan, Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu akan dilengkapi dermaga berukuran 120 x 20 meter, trestle berukuran 60 x 12 meter, dan causeway berukuran 690 x 20 meter. "Selain itu pelabuhan ini juga akan memiliki dermaga curah cair dan tangki timbun," ujarnya.

Pelabuhan ini nantinya akan dipakai lalu lintas logistik dan bongkar muat kontainer, kargo, dan curah cair, sehingga akan memisahkan aktivitas pariwisata dan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Labuan Bajo. ANTARA FOTO/Dok BKIP Kemenhub

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif