Pedagang menata pakaian batik di Bandung, Jawa Barat, Senin, 25 Desember 2017. Kementerian Perindustrian mengatakan nilai ekspor batik dan produk batik hingga Oktober 2017 mencapai USD51,15 juta (Rp664 miliar) atau naik dari capaian semester pertama 2017 yang sebesar USD39,4 juta (Rp511 miliar).
Pedagang menata pakaian batik di Bandung, Jawa Barat, Senin, 25 Desember 2017. Kementerian Perindustrian mengatakan nilai ekspor batik dan produk batik hingga Oktober 2017 mencapai USD51,15 juta (Rp664 miliar) atau naik dari capaian semester pertama 2017 yang sebesar USD39,4 juta (Rp511 miliar).
Produk batik yang didominasi industri kecil dan menengah dengan pasar utama ke Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa itu mampu menyumbang devisa yang cukup signifikan sekaligus berdaya saing kompetitif di pasar dunia.
Produk batik yang didominasi industri kecil dan menengah dengan pasar utama ke Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa itu mampu menyumbang devisa yang cukup signifikan sekaligus berdaya saing kompetitif di pasar dunia.
Hingga saat ini, IKM batik tersebar di 101 sentra seperti di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Jumlah tenaga kerja yang terserap di sentra IKM batik mencapai 15 ribu orang.
Hingga saat ini, IKM batik tersebar di 101 sentra seperti di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Yogyakarta. Jumlah tenaga kerja yang terserap di sentra IKM batik mencapai 15 ribu orang.

Hingga Oktober 2017, Ekspor Batik Capai Rp664 Miliar

26 Desember 2017 11:49
Bandung: Kementerian Perindustrian mengatakan nilai ekspor batik dan produk batik hingga Oktober 2017 mencapai USD51,15 juta (Rp664 miliar) atau naik dari capaian semester pertama 2017 yang sebesar USD39,4 juta (Rp511 miliar).  ANTARA/M Agung Rajasa

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(WWD)

Ekonomi batik