"Tadi Pak Kepala OJK (Otoritas Jasa Keuangan) menyampaikan pertumbuhan kredit hanya 8,24 persen. Saya ingat waktu kita berkumpul di sini waktu itu target yang diberikan 9-12 persen," ujar Jokowi.
Kepala Negara menilai pertumbuhan kredit yang minim tersebut karena perbankan nasional bermain aman dan tidak berani mengambil risiko.
Kepala Negara menilai pertumbuhan kredit yang minim tersebut karena perbankan nasional bermain aman dan tidak berani mengambil risiko. "Memang perbankan harus 'prudent', harus hati-hati, ya saya setuju. Namun bukan berarti bank tak boleh mengambil risiko, selama sudah dipertimbangkan dengan matang," kata Presiden.
Jokowi kembali mendorong perbankan untuk meningkatkan realisasi kreditnya pada 2018 ini.
Jokowi kembali mendorong perbankan untuk meningkatkan realisasi kreditnya pada 2018 ini. "Sudah waktunya menurut saya, perbankan mendorong percepatan realisasi kredit agar realisasi bisnis 2018 dengan target 12 persen benar-benar bisa tercapai," kata Jokowi.

Presiden Kritik Pertumbuhan Kredit Perbankan Nasional

15 Maret 2018 11:45
Jakarta: Presiden Joko Widodo mengkritik pertumbuhan kredit perbankan nasional yang hanya 8,24 persen, di bawah target yang disepakati sebelumnya. Hal itu dikatakan Presiden saat melakukan pertemuan dengan para pemimpin bank umum di Indonesia, di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 15 Maret 2018. ANTARA/Wahyu Putro A

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(WWD)

Ekonomi perbankan