Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin melepas ekspor ubi jalar dan kecap berbahan kedelai hitam di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu, 26 Juni 2021.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin melepas ekspor ubi jalar dan kecap berbahan kedelai hitam di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu, 26 Juni 2021.
Ekspor ubi jalar itu ke Tiongkok, sedangkan Ekspor kecap ke Belanda dan Australia.
Ekspor ubi jalar itu ke Tiongkok, sedangkan Ekspor kecap ke Belanda dan Australia.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyatakan komoditas pertanian di Indonesia saat ini dilirik sejumlah negara di Eropa maupun Asia. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan ekspor sebesar 36,2% pada triwulan pertama.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyatakan komoditas pertanian di Indonesia saat ini dilirik sejumlah negara di Eropa maupun Asia. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan ekspor sebesar 36,2% pada triwulan pertama.

Mentan: Komoditas Pertanian Indonesia Diminati Eropa dan Asia

27 Juni 2021 17:19
Probolinggo: Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyatakan komoditas pertanian di Indonesia saat ini dilirik sejumlah negara di Eropa maupun Asia. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan ekspor sebesar 36,2% pada triwulan pertama.

"Nilai ekspor di Indonesia cukup tinggi. Dari data BPS (Badan Pusa Statistik), triwulan pertama ekspor tumbuh 36,2%," kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo usai pelepasan ekspor ubi jalar varietas Beta 1 & Antin 2 ke Tiongkok serta menghadiri gelar teknologi aneka kacang dan umbi (GITA 2021) dan meresmikan Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Penelitian (IP2TP) di Desa Muneng, Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu, 26 Juni 2021.

Menurut Syahrul, komoditas pertanian itu bukan hanya makanan melainkan tumbuhan dan bunga. Untuk itu, dia berharap semua daerah di Indonesia memanfaatkan kesempatan untuk ikut ambil bagian ekspor produk.

Selain terus menggenjot ekspor, Mentan juga memastikan kebutuhan dalam negeri terpenuhi. Pemerintah terus berinovasi mengolah produk pertanian. "Hal itu menindaklanjuti perintah Presiden agar kesiapan makanan rakyat sepenuhnya dalam kendali pemerintah,"demikian kata Syahrul.

Di kesempatan tersebut, Syahrul bersama Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Hasan Aminuddin, Bupati Probolinggo, Tantriana Sari turut melakukan panen kacang tanah dan kedelai hitam.

Adapun kacang tanah yang dipanen merupakan varietas Litbang Garuda 5 yang saat ini tengah menjalani kerja sama kemitraan bersama PT Tuding Putra Putri Jaya memproduksi kacang garing. Sementara itu untuk kacang kedelai, termasuk varietas Detam 1 yang digunakan sebagai bahan baku kecap Kipas Sate oleh CV Mustika Digdaya. MI/Bagus Suryo

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(KHL)

Ekonomi pertanian Ekspor Kementerian Pertanian Syahrul Yasin Limpo