Petugas bersiap memberangkatkan rangkaian lokomotif dan kereta penumpang pesanan Commuter Philippines National Railways Filipina produksi PT Inka saat uji dinamik di Stasiun Kereta Api (KA) Madiun, Jawa Timur, Rabu, 24 Juni 2020.
Petugas bersiap memberangkatkan rangkaian lokomotif dan kereta penumpang pesanan Commuter Philippines National Railways Filipina produksi PT Inka saat uji dinamik di Stasiun Kereta Api (KA) Madiun, Jawa Timur, Rabu, 24 Juni 2020.
Uji dinamik rangkaian yang terdiri dari satu unit lokomotif diesel hydraulic dan lima kereta penumpang tersebut akan dilakukan sejauh 1.000 kilometer.
Uji dinamik rangkaian yang terdiri dari satu unit lokomotif diesel hydraulic dan lima kereta penumpang tersebut akan dilakukan sejauh 1.000 kilometer.
Tujuan uji dinamik tersebut adalah untuk inspeksi fungsi pengereman dan alat perangkai mekanik maupun alat perangkai elektronik.
Tujuan uji dinamik tersebut adalah untuk inspeksi fungsi pengereman dan alat perangkai mekanik maupun alat perangkai elektronik.

PT INKA Uji Dinamik KA Penumpang Pesanan Filipina

24 Juni 2020 10:29
Madiun: PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA melakukan uji dinamik terhadap rangkaian kereta api penumpang pesanan dari Philippine National Railways (PNR), sebuah perusahaan kereta api Filipina.

Uji dinamik rangkaian yang terdiri dari satu unit lokomotif diesel hydraulic dan lima kereta penumpang tersebut akan dilakukan sejauh 1.000 kilometer.

Tujuan uji dinamik tersebut adalah untuk inspeksi fungsi pengereman dan alat perangkai mekanik maupun alat perangkai elektronik.

Data dari PT INKA, PT INKA (Persero) mendapatkan tiga proyek besar pada 2019. Proyek pembuatan KA tersebut berlanjut pada pengerjaan 2020. Adapun ketiga proyek tersebut adalah pesanan dari PT KAI (Persero), Filipina, dan Bangladesh.

Pesanan dari PT KAI, INKA menggarap LRT Jabodebek dengan 31 trainset atau 186 kereta. INKA juga telah menyelesaikan dua trainset LRT dan telah dikirim ke Stasiun Cibubur.

Sementara pesanan dari Bangladesh adalah sebanyak 200 kereta penumpang. Sampai akhir 2019, INKA telah menyelesaikan dan mengirim 114 kereta ke Bangladesh.

Sedangkan pesanan dari Filipina yaitu ada enam 'trainset' Diesel Multi Unit (DMU), tiga lokomotif, dan 15 kereta penumpang dengan nilai kontrak keseluruhan mencapai Rp792 miliar. ANTARA FOTO/Siswowidodo

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(WWD)

Ekonomi kereta api