Seorang pedagang suku cadang yang memperdagangkan barang dagangannya secara online di perusahaan e-commerce Indonesia Bukalapak, menelusuri informasi tentang penawaran umum perdana (IPO) perusahaan di laptopnya di Jakarta, menjelang listing Bukalapak di Bursa Efek Indonesia, Jumat, 6 Agustus 2021.
Seorang pedagang suku cadang yang memperdagangkan barang dagangannya secara online di perusahaan e-commerce Indonesia Bukalapak, menelusuri informasi tentang penawaran umum perdana (IPO) perusahaan di laptopnya di Jakarta, menjelang listing Bukalapak di Bursa Efek Indonesia, Jumat, 6 Agustus 2021.
Bukalapak resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau IPO, Jumat, 6 Agustus 2021.
Bukalapak resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau IPO, Jumat, 6 Agustus 2021.
Saham Bukalapak.com naik 210 poin atau 24,71 persen atau terkena batas auto rejection atas (ARA) menjadi Rp1.060 per saham dari harga penawaran Rp850, saat pencatatan perdana saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Saham Bukalapak.com naik 210 poin atau 24,71 persen atau terkena batas auto rejection atas (ARA) menjadi Rp1.060 per saham dari harga penawaran Rp850, saat pencatatan perdana saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bukalapak Resmi Melantai di BEI

Ekonomi Emiten Saham BEI Pasar Modal bukalapak ipo
06 Agustus 2021 13:55
Jakarta: Bukalapak resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau IPO, Jumat, 6 Agustus 2021. 

Saham Bukalapak.com naik 210 poin atau 24,71 persen atau terkena batas auto rejection atas (ARA) menjadi Rp1.060 per saham dari harga penawaran Rp850, saat pencatatan perdana saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Utama PT Bukalapak.com Tbk Rachmat Kaimuddin saat pencatatan perdana saham perseroan mengatakan, walaupun IPO Bukalapak dilakukan di tengah berlangsungnya pandemi covid-19, minat terhadap saham Bukalapak tetap tinggi.

"Hal ini mencerminkan kepercayaan terhadap Bukalapak, perusahaan yang berfokus kepada pemberdayaan UMKM yang merupakan penggerak utama ekonomi Indonesia serta kunci potensi ekonomi negara kita. Melalui IPO ini, kami di Bukalapak percaya bahwa kami dapat mendorong pertumbuhan UMKM ke tingkatan selanjutnya," ujar Rachmat.

Sebelumnya, Bukalapak telah menyelesaikan proses penawaran awal (bookbuilding) dan roadshow dari 9-19 Juli 2021 serta penawaran umum dari 27-30 Juli 2021. 

Sebagai hasil dari antusiasme yang besar dari para investor umum, tercatat jumlah pemesanan yang tinggi (melalui metode pooling allotment), mencapai sekitar Rp4,8 triliun.

Bukalapak telah menambah porsi pooling allotment bagi investor ritel dari semula 2,5 persen ke 5 persen dari total pemesanan yang tersedia. Oleh karena itu, nilai dari saham yang dialokasikan untuk porsi pooling allotment bagi investor ritel naik dari yang sebelumnya Rp547,5 miliar menjadi sekitar Rp1,1 triliun.

Sesuai dengan ketentuan dalam penawaran umum perdana saham, Bukalapak menawarkan 25,76 miliar lembar saham dengan harga penawaran sebesar Rp850 setiap sahamnya. 

Dana yang berhasil dihimpun dari IPO tersebut sekitar Rp21,9 triliun dan akan digunakan untuk modal kerja Bukalapak dan anak-anak usahanya guna melakukan investasi di beragam produk dan layanan untuk meningkatkan kinerja, profitabilitas, serta keberlangsungan. AFP PHOTO/Bay Ismoyo

(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif