Klub FC Seoul dijatuhi denda sebesar 100 juta won (sekitar Rp1,19 miliar) karena menggunakan boneka-boneka seks saat pertandingan tanpa penonton di tribun, sebagai pencegahan wabah virus korona (covid-19). Ini merupakan denda terbesar dalam sejarah mereka.
Klub FC Seoul dijatuhi denda sebesar 100 juta won (sekitar Rp1,19 miliar) karena menggunakan boneka-boneka seks saat pertandingan tanpa penonton di tribun, sebagai pencegahan wabah virus korona (covid-19). Ini merupakan denda terbesar dalam sejarah mereka.
FC Seoul menerima keputusan itu, sembari meminta maaf, dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi insiden serupa. Pihak K-League menerima klaim FC Seoul bahwa mereka tidak tahu bahwa boneka itu adalah mainan seks, tetapi mengatakan bisa dengan mudah mengetahui kegunaannya bila menggunakan akal sehat dan pengalaman.
FC Seoul menerima keputusan itu, sembari meminta maaf, dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi insiden serupa. Pihak K-League menerima klaim FC Seoul bahwa mereka tidak tahu bahwa boneka itu adalah mainan seks, tetapi mengatakan bisa dengan mudah mengetahui kegunaannya bila menggunakan akal sehat dan pengalaman.

Buntut 'Boneka Seks', FC Seoul Didenda Rp1,2 M

Bola liga dunia
21 Mei 2020 12:42
Seoul: Klub FC Seoul dijatuhi denda sebesar 100 juta won (sekitar Rp1,19 miliar) karena menggunakan boneka-boneka seks saat pertandingan tanpa penonton di tribun, sebagai pencegahan wabah virus korona (covid-19). Ini merupakan denda terbesar dalam sejarah mereka.

"Kontroversi atas insiden 'boneka sungguhan' ini sangat menghina dan melukai penggemar wanita (dan) merusak integritas liga," kata K-League dalam sebuah pernyataan Rabu, 20 Mei 2020 malam.

FC Seoul mendapat kecaman setelah puluhan boneka mengenakan T-shirt atau memegang plakat dengan logo penjual mainan seks muncul di tribun sebagai pengganti penonton dalam pertandingan kompetisi liga Korea Selatan Minggu, 17 Mei 2020. Insiden itu menjadi berita utama di seluruh dunia.

Pihak K-League menerima klaim FC Seoul bahwa mereka tidak tahu bahwa boneka itu adalah mainan seks, tetapi mengatakan bisa dengan mudah mengetahui kegunaannya bila menggunakan akal sehat dan pengalaman.

FC Seoul menerima keputusan itu, sembari meminta maaf, dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi insiden serupa.

Musim baru K-league dimulai tanpa penonton pada 8 Mei setelah ditunda lebih dari dua bulan karena pandemi virus korona.

Sebagian klub menggunakan potongan karton, plakat, dan spanduk untuk mengisi tribun penonton yang kosong, tetapi penggemar tidak terkesan dengan boneka seks tersebut. "Saya bertanya-tanya bagaimana mereka sampai pada ide aneh ini. Ini adalah aib internasional," kata seorang pengamat secara online. AFP PHOTO/Yonhap
(WWD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai foto ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif