Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.

Pertamina-Pemda Bali Sinergi Ciptakan Lingkungan Bersih

Ekonomi pertamina
Ade Hapsari Lestarini • 06 Juli 2020 07:59
Jakarta: PT Pertamina (Persero) bersinergi bersama pemerintah daerah Denpasar dalam mendukung dan menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih. Ini ditunjukkan melalui penggunaan bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan. Bali merupakan salah satu daerah yang turut serta dalam mendukung program tersebut.
 
Region Manager Retail Sales V Pertamina I Ketut Arya Kumara mengatakan program langit biru memiliki beberapa poin, antara lain mengajak warga menggunakan BBM Ramah Lingkungan (Pertaseries) dengan memberikan harga diskon untuk pertalite.
 
Harga khusus tersebut diberikan kepada para pengguna kendaraan bermotor roda dua, roda tiga, angkot plat kuning dan taksi plat kuning. Konsumen pun bisa menggunakan alat bayar nontunai, serta bantuan bibit tanaman sebagai upaya mengembangkan budaya menanam untuk kebutuhan pangan sehari-hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan program ini kami berharap dapat mengurangi polusi udara dan mengurangi biaya hidup sehari-hari dengan kegiatan menanam tentunya dalam menjalani pandemi covid-19 ini untuk mengurangi beban masyarakat," ujar Arya Kumara dalam keterangan resminya, Senin, 6 Juli 2020.
 
Sekretaris Daerah Kota Denpasar AAN. Rai Iswara mengatakan program langit biru yang dilaksanakan Pertamina sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Selain itu juga meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat dengan mengurangi polusi udara serta mengurangi biaya hidup sehari-hari.
 
Dalam program ini Pertamina MOR V Jatimbalinus memberikan harga khusus pertalite setara harga premium untuk konsumen di Denpasar. Sehingga harga BBM petralite dengan RON 90 itu turun menjadi Rp6.450 per liter. Harga khusus tersebut diberikan kepada para pengguna kendaraan bermotor roda dua, roda tiga, angkot plat kuning, dan taksi plat kuning.
 
Program ini berlaku di 50 SPBU mulai 5 Juli 2020 sampai dengan 31 Agustus 2020. Konsumen dapat menggunakan cashless payment untuk kemudahan bertransaksi dengan cepat dan efisien.
 
Volume konsumsi BBM Pertaseries (pertalite, pertamax, dan pertamax turbo) di Provinsi Bali per Juni 2020 sudah mencapai 72 persen dari total konsumsi BBM gasoline. Selain itu, total konsumsi Pertaseries di Bali pada Juni 2020 juga meningkat 18 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
 
Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji berharap dapat mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan agar mau beralih ke bahan bakar yang lebih baik, rendah emisi sehingga tercipta pengurangan polusi udara dan lingkungan yang sehat minimal dengan melakukan pembelian produk pertalite.
 
Adapun program ini juga disiapkan sejalan dengan Denpasar Smart City, yang mengedepankan budaya ramah lingkungan dalam lingkup kewilayahannya. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menyambut positif Program Langit Biru di Denpasar, Bali, karena selaras dengan gagasan Pemprov, Bali Era Baru, dengan mendorong animo masyarakat untuk Work From Bali.
 
"Mengajak masyarakat yang tidak hanya wisatawan untuk bekerja sambil berlibur dari Bali, dengan suasana yang ramah lingkungan, bebas kantong plastik, dan udara bersih rendah emisi," ujarnya.
 
Menurut Ketua Pusat Studi Pembangunan Berkelanjutan Universitas Udayana (Unud), Dr. Ketut Gede Dharma Putra, Bali kini menghadapi ancaman pencemaran lingkungan hidup, salah satunya kualitas udara. Ketut Gede menilai, tingkat pencemaran beberapa kawasan padat lalu lintas di Bali semakin bertambah setiap tahun, seperti Kota Denpasar, Kabupaten Badung, terutama Badung Selatan. Tingkat pencemaran lingkungan yang semakin tinggi ini dikhawatirkan bisa membuat para wisatawan jadi enggan datang ke Bali.
 
Ketut Gede mengatakan penyumbang terbesar polusi udara di Bali adalah emisi gas buang kendaraan bermotor yang jumlahnya semakin meningkat setiap tahun. Hal ini dikarenakan semakin bertambahnya kendaraan bermotor yang disebabkan sistem transportasi publik tidak berfungsi dengan baik.
 
Penggunaan batu bara dan diesel pada pembangkit listrik di Bali juga memberikan kontribusi terhadap perubahan kualitas lingkungan di sekitarnya, seperti pencemaran air, udara, kebisingan dan getaran. "Polutan paling besar dari aktivitas transportasi," ujarnya.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif