Foto: Grafis Medcom.id
Foto: Grafis Medcom.id

MK Tolak Uji Materi UU Sumber Daya Air

Ekonomi undang-undang sdg
Antara • 28 Oktober 2020 18:26
Jakarta: Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MKRI) menyatakan tidak dapat diterima uji materi (judicial review) Undang-undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air.
 
Uji materi inidiajukan oleh Pemohon I dan Pemohon II Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Serikat Pekerja Pembangkitan Jawa Bali (DPP SP PJB), Pemohon III dan Pemohon IV merupakan Ketua dan Sekretaris Persatuan Pegawai PT Indonesia Power Tingkat Pusat (PP IP).
 
Mengutip Antara, Rabu, 28 Oktober 2020, menurut Pemohon dengan diberlakukannya Biaya Jasa Pengelolaan Sumber Day Air (BJPSDA) dalam UU SDA, berpotensi menurunkan kesejahteraan karyawan dan dapat menghilangkan pekerjaan di tempat Pemohon bekerja yaitu di perusahaaan dengan bidang usaha penyedia tenaga listrik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemohon menilai ketentuan tersebut bertentangan dengan Pasal 27 ayat (2) UUD 1945 sepanjang tidak dimaknai "Pengelola Sumber Daya Air dapat dilakukan juga oleh BUMN di bidang usaha penyediaan tenaga listrik sebagai upaya pemenuhan energi listrik untuk kepentingan umum".
 
Baca:Pemerintah Didesak Terbitkan PP atas UU Sumber Daya Air
 
UU SDA menegaskan BJPSDA adalah iuran yang dibebankan hanya kepada pemanfaat SDA untuk kebutuhan industri, seperti energi, air minum, pertanian, dan industri, tidak untuk kebutuhan pokok dan sosial seperti pertanian rakyat.
 
Mahkamah menegaskan para pemohon tidak dapat menunjukkan bukti yang relevan sebagai pihak yang dirugikan dan para pemohon tidak memiliki kedudukan hukum sebagai pemohon.
 
"Amar putusan mengadili bahwa permohonan para pemohon tidak dapat diterima," kata Ketua Hakim Konstitusi Anwar Usman saat membacakan putusan dalam sidang virtual yang disiarkan YouTube MK RI, dikutip dari Antara.
 
"Selaku salah satu pengelola SDA, kami menyambut baik keputusan ini," ujar Plt Direktur Utama Perum Jasa Tirta II Haris Zulkarnain saat dihubungi Antara.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif