Desain ibu kota baru. Foto: dok MI/Irfan.
Desain ibu kota baru. Foto: dok MI/Irfan.

Persiapan Pemindahan Ibu Kota Baru, Pemerintah Harus Siap Mitigasi Lingkungan

Ekonomi Lingkungan Bappenas Ibu Kota Baru
Ade Hapsari Lestarini • 30 April 2021 09:43
Jakarta: Ibu Kota Negara (IKN) akan resmi dipindahkan ke Kabupaten Penajam Paser Utara, dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur sudah memasuki tahap finalisasi. Meski pandemi covid-19, pemerintah pusat tetap serius menyelesaikan dasar-dasar sebagai persiapan pemindahan ibu kota.
 
Komunitas Solver Society -salah satu program dari IYKRA Indonesia oleh IYKRA Indonesia-, yang merupakan wadah bertemunya Subject Matter Experts dan Data Experts, melakukan project analisis terhadap perkembangan pemindahan IKN Indonesia saat ini.
 
Diketahui, pemindahan IKN akibat kepadatan penduduk Jakarta mengalami fenomena Urban Heat Island. Fenomena ini ditandai dengan semakin meningkatnya suhu kawasan pusat kota dibandingkan dengan kawasan di sekitarnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tim Solver Society menganalisis apabila pemindahan IKN resmi dilakukan, maka akan berdampak terhadap lingkungannya. Namun demikian, diharapkan bisa dilakukan mitigasi terhadap dampak perubahan ibu kota dengan lingkungannya.
 
Peserta Solver Society, Ristandi, menuturkan hal ini perlu menjadi perhatian karena jika Kalimantan resmi menjadi IKN baru, maka diprediksi kepadatan penduduk akan naik dua kali lipat yakni hingga 160 persen pada 2065.
 
"Tak hanya akan mengalami Urban Heat Island jika tidak diantisipasi sejak dini berdasarkan regresi dari data 1991-2020, suhu calon IKN akan bertambah 0,3'C dalam 10 tahun," jelas dia, dalam keterangan resminya, Jumat, 30 April 2021.
 
Oleh karena itu, tambah dia, Komunitas Solver Society ini berharap calon IKN bisa membentuk program green city development. Hal ini dilakukan guna membuka distribusi ruang terbuka hijau di perkotaan yang dapat mengurangi Urban Heat Island.
 
"Pemerintah harus mengurangi bangunan gedung tinggi agar tidak memantulkan cahaya," katanya.
 
Persiapan Pemindahan Ibu Kota Baru, Pemerintah Harus Siap Mitigasi Lingkungan
 
IYKRA melakukan analisis berdasarkan data kepadatan penduduk yang diambil dari BPS dan data suhu dari World Meteorology Organization (WMO) dengan menggunakan teknik Data Analytics. Analisis ini dilakukan selama lima minggu dengan dipandu oleh mentor. Kegiatan ini juga didukung oleh BMKG, Terra AI, dan Nafas.
 
Berdasarkan data BPS, struktur pertumbuhan ekonomi sepanjang 2020 secara spasial tidak berubah. Jawa dan Sumatra masih memberikan sumbangan terbesar. Pulau Jawa yang berkontribusi 58,75 persen terhadap pertumbuhan ekonomi domestik, mengalami pertumbuhan ekonomi negatif 2,51 persen yoy. Pulau Sumatra yang berkontribusi 21,36 persen, mencatat pertumbuhan ekonomi minus 1,19 persen yoy.
 
Sementara pulau Kalimantan dengan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional 7,94 persen, ekonominya tumbuh minus 2,27 persen yoy. Pulau Bali dan Nusa Tenggara dengan kontribusi 2,94 persen, mengalami pertumbuhan ekonomi negatif 5,01 persen yoy.
 
Dengan demikian, pembangunan IKN baru di Kalimantan Timur itu merupakan suatu proyek besar yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan bahkan bisa melampui rata-rata pada 2045.
 
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa sempat mengatakan apabila IKN dilakukan, maka bisa mendorong ekonomi di wilayah Timur Indonesia dan nasional secara umum, utamanya di sektor-sektor konstruksi, real estat dan konsumsi. Namun, Suharso juga tak menampik bahwa proyek IKN itu membutuhkan kesuksesan pelaksanaan program vaksinasi nasional.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif