Presiden Joko Widodo meninjau Pusat Sumber Benih dan Persemaian Rumpin. Foto: Dokumen Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo meninjau Pusat Sumber Benih dan Persemaian Rumpin. Foto: Dokumen Sekretariat Presiden

Pusat Benih Rumpin Bakal Dibangun Komprehensif

Ekonomi lingkungan hidup kehutanan
Media Indonesia.com • 28 November 2020 16:00
Jakarta: Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyatakan Pusat Sumber Benih dan Persemaian Rumpin akan dibangun secara komprehensif. Meliputi pembangunan fisik produksi bibit, penerapan kebijakan kelembagaan, penerapan manajemen persemaian, serta peningkatan sumber daya manusia ahli benih dan bibit tanaman kehutanan.
 
"Setiap unit persemaian akan memproduksi 10-15 juta bibit per tahun. Bibit ini nantinya menjadi tanaman yang bernilai ekologis dan ekonomis," kata Siti melalui keterangan tertulis, Sabtu, 28 November 2020.
 
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Pusat Sumber Benih dan Persemaian Rumpin, Jumat, 27 November 2020. Lokasi persemaian terletak di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jokowi berharap pusat pembibitan ini sudah mulai berproduksi tahun depan dengan target 16 juta bibit. Bibit-bibit tersebut akan didistribusikan ke lokasi atau wilayah yang sering mengalami bencana banjir dan tanah longsor.
 
Menteri Siti mengatakan sejak 2019 pemerintah terus membangun pusat-pusat persemaian. Mulai dari pola kebun bibit rakyat, kebun bibit desa, hingga persemaian permanen. 
 
"Saat ini, kebun bibit masih sangat terbatas dibandingkan dengan kebutuhan mengatasi kerusakan lingkungan. Hal ini yang mendasari pemerintah membangun persemaian skala besar di beberapa wilayah," kata Siti.
 
Baca: Jokowi Tinjau Pembangunan Pusat Perbenihan untuk Atasi Bencana Ekologis
 
Menurutnya, Pusat Perbenihan dan Riset Hutan Tropika Rumpin ini akan menjadi pedoman teknis pembangunan paralel pada lima persemaian modern lainnya di Indonesia. "Rancangan dan anggaran sudah ada, semua siap dilaksanakan dan akan disesuaikan dengan arahan Presiden," kata dia. 
 
Pusat perbenihan dibangun di atas lahan 159,58 hektare. Lokasi ini akan dibagi menjadi zona perbenihan, zona kelola masyarakat, zona diklat, dan zona koridor pengembangan usaha.
 
Pembangunan menjadi permulaan dan percontohan bagi pengembangan serupa di sejumlah lokasi. Seperti, Danau Toba (Sumatra Utara), Mandalika (NTB), Labuan Bajo (NTT), dan Likupang (Sulawesi Utara).
 
(UWA)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif