Impor Januari Tertinggi Sejak Lima Tahun Terakhir

Suci Sedya Utami 15 Februari 2018 17:00 WIB
impor
Impor Januari Tertinggi Sejak Lima Tahun Terakhir
impor. ANT/M Agung Rajasa.
Jakarta: Impor di Januari 2018 mengalami kenaikan baik secara bulanan maupun dihitung tahunan yang masing-masing kenaikannya sebesar 0,26 persen dibanding Desember tahun lalu dan 26,44 persen dari periode yang sama tahun lalu. Padahal, tren yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, impor Januari selalu terjadi penurunan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor Januari sebesar USD15,13 miliar. Angka Januari ini merupakan yang tertinggi sejak periode yang sama di 2013. Bila dilihat, 2013 impor mencapai USD15,55 miliar, 2014 USD14,92 miliar, 2015 USD12,61 miliar, 2016 USD10,47 miliar, dan 2017 USD11,97 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan berdasarkan penggunaan barang, maka kenaikan impor terbesar di Januari yakni barang konsumsi yang meningkat 32,98 persen, disusul oleh barang modal yang naik 30,90 persen dan bahan baku naik 24,76 persen.


"Secara year on year yang impor yang mengalami kenaikan tinggi  yakni mobil penumpang naik 76 persen dan alat angkut bukan industri naik 22 persen," kata Suhariyanto di kantor pusat BPS, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Februari 2018.

Bila dilihat per sektor, maka impor migas di Januari yakni sebesar USD2,14 miliar. Sementara nonmigas USD12,98 miliar yang mana mesin peralatan mekanik dan mesin  peralatan listrik menyumbang impor terbesar yakni masing-masing USD2,19 miliar dan USD1,93 miliar.

Lebih lanjut barang-barang impor tersebut didominasi dari negara Tiongkok dengan nilai impor USD3,76 miliar, Jepang USD1,37 miliar dan Singapura USD900 juta.




(SAW)