Inspektur Jenderal Kemendag Srie Agustina saat memantau pasar tradisional di Makassar, Sulawesi Selatan. (FOTO: Medcom.id/Muhammad Syawaluddin)
Inspektur Jenderal Kemendag Srie Agustina saat memantau pasar tradisional di Makassar, Sulawesi Selatan. (FOTO: Medcom.id/Muhammad Syawaluddin)

Kemendag Perkuat Regulasi Pantauan Kebutuhan Pokok

Ekonomi kebutuhan pokok kementerian perdagangan
Muhammad Syawaluddin • 12 April 2019 12:40
Makassar: Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan memperkuat regulasi pemantauan harga jelang bulan suci Ramadan. Setidaknya ada empat cara yang akan dilakukan oleh Kemendag untuk menjaga stabilitas ketersediaan kebutuhan bahan pokok.
 
"Kita telah menyiapkan empat langkah strategis dalam menyambut Ramadan. Pertama, melalui penguatan regulasi yaitu pendaftaran pelaku usaha bahan pokok, harga acuan, dan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras, daging ayam, telur, minyak goreng, dan gula pasir," kata Inspektur Jenderal Kemendag Srie Agustina, usai memantau pasar tradisional di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 11 April 2019.
 
Tidak hanya itu penataan dan pembinaan gudang juga menjadi salah satu yang harus diperkuat. Kemendag, dalam hal ini, akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan pelaku usaha. Kemendag akan memfasilitasi antara BUMN dan pelaku usaha. Penugasan khusus juga akan diberikan pada Bulog.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ketiga, dengan pemantauan dan pengawasan yang dilakukan oleh Eselon I Kementerian Perdagangan beserta jajaran bersama Satgas Pangan di seluruh wilayah Indonesia untuk memastikan ketersediaan pasokan, stabilisasi harga, termasuk menjamin pendistribusian bahan pokok," jelasnya.
 
Kemudian strategi keempat adalah berupaya khusus melakukan penetrasi pasar ke pasar rakyat dan toko swalayan atau ritel modern. Meski pasokan bahan pokok diklaim aman dan harga stabil, namun tetap harus dipastikan ketersediaannya.
 
Kementerian Perdagangan, katanya, ingin menjamin ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pada level yang terjangkau. Untuk mengawal kelancaran pasokan bahan pokok akan didistribusikan satu bulan sebelum puasa ke seluruh daerah sesuai kebutuhannya secara bertahap sebagai antisipasi terhadap iklim dan hal-hal tak terduga lainnya.
 
Sementara untuk mengamankan pasokan diperlukan koordinasi antara para pemangku kepentingan di daerah, baik Pemda, Satgas Pangan, pelaku usaha, maupun distributor untuk melakukan penetrasi pasar rakyat dan ritel modern.
 
Usaha tersebut dinilai cukup berhasil, dari data Kementerian Perdagangan, pada 2018 lalu, pemerintah berhasil menekan harga bahan pokok, utamanya pada HBKN dan tahun baru. Hal itu tercermin dari tingkat inflasi yang semakin menurun. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pengeluaran bahan makanan sepanjang 2014-2018 yaitu 0,26 persen.
 
"Semua sesuai kebutuhan secara bertahap, sebagai antisipasi terhadap iklim dan hal-hal tak terduga lainnya," pungkasnya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif