Di Sumut, Uang Tidak Layak Edar Rp1,5 Triliun
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)
Medan: Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada Oktober 2018 menerima Rp1,5 triliun uang tidak layak edar. Angka tersebut terbilang besar dan BI berharap masyarakat meningkatkan kesadaran agar memelihara mata uang rupiah dengan baik.

"Uang tidak layak edar yang diterima BI itu dari setoran bank yang bersumber dari uang masyarakat di Oktober 2018," ujar Direktur BI Kantor Perwakilan Sumut Andiwiana S, seperti dikutip dari Antara, di Medan, Kamis, 15 November 2018.

Ia menilai jumlah uang yang tidak layak edar sebanyak Rp1,5 triliun itu termasuk jumlah yang besar. Kondisi itu, ujar Andiwiana, menggambarkan rendahnya kesadaran masyarakat untuk memelihara uang yang mereka miliki dan itu memprihatinkan.

"Peningkatan kesadaran memelihara uang itu perlu ditingkatkan karena ternyata uang pecahan Rp100.000 dan Rp50.000 yang tidak layak edar juga cukup besar," katanya.

Masyarakat diminta tidak melipat, tidak diklip, dan dicoret-coret uangnya. Dirinya tidak menampik masyarakat masih perlu diedukasi untuk dapat memperlakukan uang dengan baik. Namun ia tidak menyebutkan data uang tidak layak edar selama Januari hingga September dengan alasan tidak ingat angkanya.

Andiwiana menyebutkan biaya untuk mencetak uang dan mendistribusikan ke masyarakat serta biaya untuk pengelolaan uang sangat besar. Apabila masyarakat bisa menjaga uang dengan baik maka pencetakan bisa dikurangi sehingga anggaran untuk pencetakan dan distribusi uang bisa dihemat dan digunakan untuk keperluan lain.

Menurutnya semakin sering dilipat dan dipindahtangankan maka kadar kualitas uang semakin berkurang sehingga dikategorikan uang tidak layak edar. Andiwiana menyebutkan uang di negara lain bisa lebih lama bertahan di kondisi yang baik karena perilaku masyarakatnya yang sudah semakin sadar pentingnya menjaga kualitas uang.      

Di negara lain, tambahnya, uang bisa sampai 19 kali berpindah tangan, sedangkan di Indonesia hanya sekitar 11 kali. "Jadi bukan soal kualitas. Kualitas uang Indonesia hampir sama di setiap negara," pungkasnya.



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id