Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu)
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu)

Nol Tarif untuk Barang Ekspor Indonesia ke 4 Negara Eropa

Ekonomi kementerian perdagangan
Annisa ayu artanti • 17 Desember 2018 08:24
Jakarta: Ditekennya perjanjian Indonesia EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA) menghasilkan pembebasan ribuan pos tarif untuk ekspor Indonesia ke Norwegia, Islandia, Swiss, dan Liechtenstein.
 
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan hal ini akan menguntungkan Indonesia karena dapat meningkatkan kinerja ekspor dengan pemberlakuan tarif nol.
 
"Ya zero tarif," kata Enggartiasto di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Minggu, 16 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beberapa produk Indonesia yang mendapatkan tarif preferensi tersebut adalah minyak kelapa sawit, ikan, emas, alas kaki, kopi, mainan, tekstil, furnitur, peralatan listrik, mesin, sepeda, dan ban.
 
Adapun untuk Norwegia terdapat penghapusan bea masuk pada 6.333 pos tarif atau 99,75 persen dari total pos tarif yang mencakup 99,75 persen nilai impor Norwegia dari Indonesia.
 
Kemudian untuk Islandia, penghapusan tarif diberlakukan pada 8.100 pos tarif atau 94,28 persen total pos tarif Islandia yang mencakup 99,94 persen nilai impor dari Indonesia.
 
Lalu Swiss, terdapat penghapusan tarif pada 7.042 pos tarif atau 81,74 persen total pos tarif Swiss yang mencakup 99,65 persen nilai impor dari Indonesia.
 
Sementara dari sisi pelaku usaha keuntungan ditandatanganinya perjanjian IE-CEPA karena dengan eliminasi bea masuk untuk impor barang modal dan bahan baku. Enggar menyebutkan, dengan semakin murahnya harga barang baku, biaya produksi dapat ditekan sehingga daya saing produk Indonesia akan meningkat.
 
"Saya mendorong bussines community dari kedua negara khususnya yang hadir saat ini seperti ketua Kadin kedua negara untuk mempelajari peluang bisnis yang telah ditawarkan oleh kerja sama IE-CEPA ini dan secepatnya membangun jembatan ekonomi partnership," tutur dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi