Illustrasi. Dok : MI/Ramdani.
Illustrasi. Dok : MI/Ramdani.

Lapangan Kerja Sektor Manufaktur dan Pertanian Harus Diperbanyak

Ekonomi pertanian industri manufaktur
Andhika Prasetyo • 08 Januari 2019 23:45
Jakarta: Ekonom Indef Bhima Yudhistira menilai kinerja pemerintah dalam membuka lapangan kerja baru belumlah maksimal. Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), sampai agustus 2018, baru tercapai 9,38 juta tambahan penduduk yang bekerja. Angkanya cukup besar, tetapi sayangnya sebagian besar lapangan kerja baru yang muncul itu berasal dari sektor jasa.
 
"Dalam beberapa tahun terakhir, Gojek dan Grab berhasil serap dua juta tenaga kerja. Sebanyak 23 juta orang juga sekarang berkutat di sektor jasa perdagangan. Apalagi sekarang e-commerce, semakin tersedot semua ke perdagangan. Jadi, walaupun banyak kuantitasnya, tapi lapangan pekerjaan yang diciptakan itu bukanlah di sektor yang menjanjikan. Kualitasnya pun bisa dibilang lebih rendah," ujar Bhima kepada Media Indonesia, Selasa, 8 Januari 2019.
 
Maka dari itu, ia mengatakan, ke depannya, pemerintah harus mampu membuka lebih besar lapangan kerja di sektor produksi seperti manufaktur dan pertanian, terlebih, keduanya memiliki daya serap yang tinggi. "Tentu ini butuh insentif agar ada investasi yang masuk, terutama untuk manufaktur," ucapnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun, di sektor pertanian, pemerintah perlu bekerja lebih keras lagi dalam hal penciptaan inovasi teknologi di sektor tersebut. Rendahnya angka tenaga kerja di industri pertanian saat ini tidak terlepas dari cara bercocok tanam yang masih sangat tradisional. Menurut Bhima, kondisi itu yang membuat generasi milennial enggan berkecimpung di sektor tersebut.
 
"Jadi kuncinya ada di inovasi dan teknologi. Sekarang, rata-rata umur petani itu di atas 45 tahun, regenerasi lambat. Dengan masuknya inovasi teknologi ke pertanian, diharapkan anak-anak muda mau kembali bertani. Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan berhasil merevitalisasi pertanian karena faktor teknologi digital," pungkas dia.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif