BTN Gandeng Notaris Naikkan Kualitas Kredit

Ade Hapsari Lestarini 23 Oktober 2018 21:22 WIB
btn
BTN Gandeng Notaris Naikkan Kualitas Kredit
Direktur Utama BTN Maryono (kedua dari kanan). (FOTO: dok BTN)
Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggandeng Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (PP-INI) untuk meningkatkan kualitas kredit perseroan terutama dalam mengamankan portofolio kredit sebagai aset BTN.

Kemitraan strategis dengan PP-INI tersebut digelar untuk mengamankan dokumen kredit berupa akta tanah sesuai ketentuan yang berlaku. BTN optimistis dapat memberikan pelayanan dengan kualitas kredit yang lebih baik kepada masyarakat pengguna fasilitas KPR BTN.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan berbagai inovasi terus dilakukan perseroan untuk mendukung kesuksesan Program Satu Juta Rumah. Di antaranya, perseroan berupaya mengakselerasi kualitas penyaluran kredit dan pembiayaan terutama di sektor properti.

Sejalan dengan core business BTN di bidang pembiayaan perumahan tersebut, maka dipastikan sekitar 85 persen aset perseroan bergantung dari keamanan sertifikat yang prosesnya tidak lepas dari keberadaan PP-INI.

"Kerja sama ini penting bagi BTN untuk menjamin rasa aman kepada masyarakat yang menikmati fasilitas KPR BTN dengan tersedianya dokumen akta tanah yang dijamin keabsahannya," tegas Maryono dalam keterangan resminya, di Jakarta, Selasa, 23 Oktober 2018.

Maryono menjelaskan saat ini debitur BTN berjumlah sekitar 4 juta-7 juta orang. Para debitur tersebut ikut memberikan kontribusi dalam pengumpulan aset perseroan sebesar Rp268 triliun per semester I-2018. Aset berupa pembiayaan kredit ini bergantung dari sertifikat tanah sebagai agunan.

Maryono mengatakan proses pengadaan sertifikat tersebut melibatkan notaris sebagai pejabat pembuat akta tanah. Sehingga, PP-INI menjadi mitra strategis yang diharapkan dapat membantu perseroan memroses sertifikat tepat waktu untuk diserahkan kepada debitur BTN.

"Kerja sama ini menjadi awal untuk kami bersama dengan PP-INI mencari solusi dalam pengamanan dokumen sertifikat sekaligus menyatukan pemahaman dalam proses bisnis perbankan terkait dengan akta tanah. Sejauh ini BTN sudah bekerja sama dengan sekitar 1.875 notaris di seluruh Indonesia," kata Maryono.

Ketua Umum PP-INI Yualita Widyadhari menambahkan kesiapannya untuk bekerja sama dengan BTN. Yualita menyebut akan melakukan pertemuan lanjutan dengan anggotanya untuk dapat menyamakan persepsi dengan BTN.

Hingga kini, ujar Yualita, jumlah anggota PP-INI di seluruh Indonesia yang sudah terdaftar yakni sebanyak 18 ribu notaris. Belum seluruh anggota PP-INI bekerja sama dengan BTN. Namun, Yualita menuturkan pihaknya siap bekerja sama dengan perbankan terutama dalam hal sama-sama menegakkan aturan tentang notaris.

"Kami meminta agar perbankan tidak melakukan penandatanganan kerja sama dengan notaris di luar wilayah kerja. Walaupun demikian, PP-INI memberikan apresiasi kepada perbankan yang memberikan tempat sebagai mitra bisnis strategis. Kami mengerti apa yang diperlukan BTN dan kita akan wujudkan nanti bersama anggota PP-INI," tegas Yualita.

Dia mengatakan BTN akan memiliki rekanan Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang berkompeten sehingga mendukung kualitas kredit dan pembiayaan yang disalurkan perseroan. Selain itu juga akan mendapatkan pengajar yang kompeten dan berpengalaman dalam meningkatkan kualitas pegawai perseroan.

BTN pun akan memeroleh perkembangan terkini terkait ketentuan terbaru mengenai keagrariaan dan pertanahan. Melalui kerja sama ini, anggota PP-INI pun bersedia memberikan bantuan hukum sebagai saksi ahli untuk kasus terkait keagrariaan dan pertanahan yang dihadapi perseroan. Para anggota PP-INI juga akan menjadi narasumber kompeten yang dapat memberikan opini hukum terkait kredit dan pembiayaan di bidang properti yang disalurkan BTN.




(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id