Ilustrasi. MI/Ramdani.
Ilustrasi. MI/Ramdani.

Tingkatkan Budidaya Perikanan Tambak, KKP Gandeng PUPR

Ekonomi perikanan
Nia Deviyana • 15 April 2019 20:15
Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyediakan jaluran primer irigasi tambak dan infrastruktur pendukungnya di 132 Kabupaten/Kota di tiga lokasi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Indonesia. Penyediaan infrastruktur ini merupakan kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk meningkatkan nilai tambah budidaya perikanan tambak.
 
"Dukungan dan peran aktif dari semua stakeholder yang terlibat sangat penting dalam terlaksananya dan tercapainya tujuan dalam pengembangan dan rehabilitasi jaringan irigasi kawasan perikanan budidaya," ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto di Jakarta, Senin, 15 April 2019.
 
Perjanjian Kerja sama ini merupakan tindaklanjut dari Nota Kesepahaman Bersama antara Kementerian PUPR dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang telah ditandatangani pada 20 Februari 2018, dengan Nomor 20/MEN-KP/KB/II/2018 dan 03/PKS/M/2018 tentang Dukungan Infastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Sentra Produksi Berbasis Kelautan dan Perikanan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Slamet menjelaskan ruang lingkup dari perjanjian kerja sama ini tidak hanya berfokus pada perbaikan saluran irigasi di kawasan sentra produksi perikanan budidaya, tetapi juga mencakup penyediaan infrastruktur sumberdaya air di tiga wilayah SKPT yaitu Sabang, Rote Ndao dan Sumba Timur.
 
"Pelaksanaan kerja sama tersebut akan dilaksanakan secara bertahap mulai 2019 hingga 2023," terang Slamet.
 
Dia melanjutkan saluran irigasi adalah kebutuhan primer dalam kegiatan budidaya perikanan, baik tambak maupun kolam sehingga perlu selalu dalam kondisi baik. Namun, sebagian besar saluran irigasi yang ada dan dimanfaatkan untuk budidaya saat ini sudah berumur dan mengalami kerusakan sehingga tidak berfungsi lagi.
 
"Hal ini menyebabkan tidak optimalnya fungsi saluran irigasi dalam penyediaan air untuk kegiatan budidaya," terangnya.
 
Ia menambahkan bahwa dengan dukungan infrastruktur, khususnya perbaikan irigasi tambak, membantu meningkatkan luas lahan tambak yang terfasilitasi sumber daya air yang baik sehingga berdampak terhadap peningkatan produksi budidaya. Disamping itu, infrastruktur yang baik akan mempermudah aksesibilitas dan konektivitas dalam pengembangan perikanan budidaya.
 
"Dukungan infrastruktur, baik sarana dan prasarana penunjang ini diharapkan dapat menjadi multiplier effect bagi pergerakan ekonomi bagi masyarakat lokal. Mulai serapan tenaga kerja, pendapatan dan kesejahteraan pembudidaya," sambung dia.
 
Slamet menambahkan bahwa KKP juga mendorong pengembangan perikanan budidaya berkelanjutan melalui pendekatan kawasan.
 
Ia mencontohkan, wujud dukungan kerja sama dengan Kementerian PUPR yakni pengembangan budidaya udang berkelanjutan berbasis klaster yang ada di Kabupaten Mamuju Utara. Melalui model ini, produktivitas mampu digenjot dari semula hanya 60-200 kg/ha menjadi 5.000-10.000 kg/ha.
 
"Jadi sebenarnya kerja sama ini sudah kita jalin sejak 2015. Hari ini kita perkuat dengan penandatanganan perjanjian kerja sama(PKS). PKS ini sebagai pijakan bagi kami untuk mendorong kerjasama lebih luas dalam upaya pengembangan kawasan budidaya. Kita akan perluas ke depan untuk kawasa budidaya air tawar," kata dia.
 
Sementara itu, Dirjen Sumberdaya Air Kementerian PUPR Hari Suprayogi berharap adanya peningkatan nilai tambah dari subsektor perikanan budidaya. Heri menambahkan setiap tahunnya Ditjen SDA sudah mempunyai rencana kerja, tinggal perlu disinkronkan dengan program Ditjen Perikanan Budidaya dengan memperhatikan desain, kelembagaan, dan skenario ramah lingkungan.
 
"Kerja sama ini intinya ingin mengsikronisasikan program supaya dapat mendukung fasilitas kawasan perikanan budidaya, di mana selama lima tahun sudah dibangun 150 daerah irigasi tambak (DIT), sedangkan 2019 ini ada 25 DIT di 25 kabupaten/kota," pungkas Heri.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif