Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

Fintech P2P Diprediksi Ungguli Perbankan

Ekonomi perbankan
Nia Deviyana • 26 Maret 2019 20:04
Jakarta: Kehadiran fintech peer to peer lending (P2P) diprediksi bakal mengungguli perbankan. Oleh karena itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong perbankan mengubah bisnis modelnya menjadi berbasis teknologi agar bisa bersaing.
 
"Fintech lending akan mendominasi jasa keuangan. Kalau perbankan enggak punah, tetapi kalah unggul dibandingkan fintech," ujar Deputi Komisioner OJK Sukarela Batunanggar saat mengisi diskusi di ITS Tower Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa, 26 Maret 2019.
 
Kendati demikian, OJK terus membuat regulasi untuk memastikan keberadaan P2P menjadi platform pemberi pinjaman yang bertanggung jawab.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bagaimana agar bertanggung jawab? Tentu bisnis modelnya juga harus diuji. Melalui regulatory sandbox diuji oleh OJK, termasuk dari aspek perizinan dan pengawasan," tuturnya.
 
Kemudian perusahaan juga wajib memiliki disiplin pasar dengan adanya transparasi produk yang ditawarkan baik manfaat maupun risikonya.
 
OJK mendorong setiap platform P2P memiliki channel edukasi sehingga sebelum mengambil keputusan, konsumen telah memahami betul kewajiban dan haknya.
 
"Konsumen dalam konteks P2P juga termasuk investor ya, jadi mereka juga harus paham risiko menanamkan modal dan berapa return yang didapatkan," paparnya.
 
Sukarela pun menilai prospek P2P cukup cerah dengan risiko non performing loan (NPL) atau kredit bermasalah yang rendah. Dengan syarat, platform dilengkapi teknologi terkini.
 
"Kalau kita bandingkan scoring system antara perbankan dengan P2P, mestinya P2P lebih advance sehingga risiko gagal bayar lebih rendah," imbuh Sukarela.
 
Di samping itu, P2P juga memiliki risiko sistemik yang lebih rendah dan tidak terlalu sensitif terhadap faktor ekonomi seperti kurs, inflasi, dan kondisi perekonomian global.OJK mencatat hingga saat ini ada 99 perusahaan fintech yang berada di pengawasannya. Sementara, 34 perusahaan fintech sedang menanti keputusan izin.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif