Menteri Pertanian (mentan)Syahrul Yasin Limpo (SYL). Foto : Medcom/Syawaludin.
Menteri Pertanian (mentan)Syahrul Yasin Limpo (SYL). Foto : Medcom/Syawaludin.

Mentan Perkuat Peran Penyuluh di Pedesaan

Ekonomi pertanian
Ilham wibowo • 30 Oktober 2019 18:32
Jakarta: Menteri Pertanian (Mentan) Shahrul Yasin Limpo (SYL) meminta peran positif penyuluh pertanian di pedesaan terus dipertahankan. Peran penyuluh penting agar para petani paham pengelolaan cara tanam yang lebih modern.
 
SYL mengibaratkan penyuluh sebagai pasukan khusus Kementan yang tugasnya langsung bersentuhan dengan petani di berbagai daerah. Di tangan penyuluh, harapan besar petani memiliki hasil panen yang melimpah dengan harga jual ideal mestinya bisa terwujud.
 
"Sistem pertanian yang makin modern harus ada di penyuluh karena penyuluh itu inti dari manajemen di pertanian. Penyuluh itu Kopassus di Pertanian, tidak boleh kalah, lebih baik mati daripada pulang," kata SYL saat menghadiri Rakernas Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani), di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


SYL menekankan negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang maupun Korea Selatan telah lama menjadikan pertanian sebagai basis industri. Kekuatan negara lewat kedaulatan pangan itu pun dibentuk dari pengelolaan pertanian mulai hulu hingga hilir.
 
"Saya optimistis kita sudah di tempat yang tepat, negara ini harus dibawa dan ditentukan oleh para petani dan bagaimana pertanian itu maju. Negara yang punya ketahanan ditentukan oleh ketahanan pertaniannya, lebih khusus pangan," ungkapnya.
 
Penyuluh pertanian diharapkan selalu dirindukan kehadirannya oleh para petani di desa. Peran penting penyuluh juga memberikan pengetahuan terkini terkait pemanfaatan teknologi pertanian.
 
"Frame akademik petani, otak dan cita-cita petani ada di penyuluh. Kalau penyuluh apa-adanya petani juga apa-adanya. Isi dari intelektual dari petani ada di penyuluh, begitu penting," ucap SYL.
 
SYL ingin manejemen pertanian modern bisa segera diterapkan secara merata dengan bantuan penyuluh. Ia pun akan melakukan evaluasi setiap saat untuk memaksimalkan hasil panen petani agar bisa terus melimpah.
 
"Jangan sampai manajemen tertinggal, kalau sekarang harus lebih kuat bahkan dengan teknologi, semua sudah bisa dihitung, sehingga produktivitas bisa naik 15-20 kali lipat dari apa yang ada. Saya mau tes penyuluh kita sudah sampai ke situ atau tidak," paparnya.
 
Selain hasil panen, para penyuluh juga perlu memiliki wawasan yang luas terkait pemasaran. Pemanfaatan teknologi informasi bisa digunakan untuk memaksimalkan harga jual hasil panen.
 
"Handphone harus digunakan untuk cek harga, berapa harga bawang di luar negeri, berapa harga sayur di Jawa Barat, cek curah hujan berapa lalu akan tanam apa, itu harus sampai ke situ," pungkasnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif