Plh Direktur BTN Oni Febriarto. Foto: dok BTN
Plh Direktur BTN Oni Febriarto. Foto: dok BTN

BTN Hormati Keputusan Perubahan Direksi

Ekonomi btn Pergantian Direksi BUMN
Ade Hapsari Lestarini • 31 Agustus 2019 06:34
Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN menghormati keputusan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) terkait perubahan direksi. Atas dasar itu, Direksi BTN menggelar rapat untuk menunjuk direktur yang akan menjalankan tugas-tugas sebagai direktur utama.
 
Sesuai dengan Anggaran Dasar nomor 66 tanggal 23 Maret 2018 pasal 12 ayat 18, maka rapat direksi memutuskan Oni Febriarto Rahardjo yang saat ini menjabat sebagai Direktur Commercial Banking untuk menjalankan tugas sebagai Direktur Utama BTN.
 
Corporate Secretary BTN Achmad Chaerul dalam keterangan resminya menyatakan manajemen BTN menghormati keputusan mengenai perubahan pengurus BTN. Hal itu, menurutnya, merupakan kewenangan penuh dari pemegang saham.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Chaerul optimistis dengan formasi direksi saat ini, dan dengan peran Oni Febriarto Rahardjo sebagai Direktur Commerical Banking untuk menjalankan tugas direktur utama, bisnis BTN tetap berjalan dengan baik. Oni Febriarto telah menjabat menjadi Direktur Commercial Banking sejak 24 Mei 2015. Kariernya di BTN dimulai sejak 1997.
 
Sementara BTN dinakhodai oleh Oni Febriarto, BTN juga memiliki Direktur Collection & Asset Management yang baru yaitu Elisabeth Novie. Chaerul mengatakan Novie sudah lama menjadi bagian dari keluarga besar BTN dan dia berkompeten dibidangnya karena telah lebih dari 26 tahun bersama BTN dan sebelumnya pernah menjabat kepala divisi asset management.
 
"Kami yakin dengan posisi yang baru ini akan lebih fokus dalam berkontribusi pada perbaikan kualitas kredit dan akan mendorong kinerja BTN lebih baik kedepannya," papar Chaerul, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Sabtu, 31 Agustus 2019.
 
Sebagai perusahaan terbuka, BTN taat dan patuh dengan GCG serta menjalankan keputusan RUPSLB tersebut. Bisnis BTN tetap akan berjalan normal sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB) dengan dukungan seluruh pegawai BTN untuk menjalankannya.
 
Sampai semester I-2019, tercatat aset BTN tumbuh 16,58 persen menjadi Rp312,5 triliun, kredit tumbuh 18,78 persen menjadi Rp251,0 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai sebesar Rp219,8 triliun atau tumbuh 15,89 persen. Bisnis tumbuh tercermin dari pendapatan bunga yang tumbuh 19,81 persen secara yoy dari Rp10,7 triliun menjadi Rp12,8 triliun.
 
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, BTN masih mencetak laba bersih sebesar Rp1,31 triliun. Kinerja BTN secara umum berada di atas rata-rata industri. BTN masih mendominasi 39,6 persen pangsa pasar pembiayaan perumahan nasional dan 92,4 persen pangsa pasar pembiayaan perumahan subsidi di Indonesia.
 
"BTN masih berperan signifikan terhadap akses pembiayaan perumahan, khususnya dalam mendukung Program Sejuta Rumah, ini adalah misi besar pemerintah yang dititipkan kepada BTN," tutup Chaerul.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif