Kepala BPS Suhariyanto. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.
Kepala BPS Suhariyanto. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.

Pedagang Pelan-pelan Mulai Naikkan Harga Rokok

Ekonomi industri rokok
Husen Miftahudin • 02 Desember 2019 13:50
Jakarta: Pedagang rokok eceran mulai menaikkan harga rokok secara perlahan. Hal ini menyusul kenaikan cukai rokok dengan tarif rata-rata sebesar 21,56 persen dan harga jual eceran (HJE) sebesar 35 persen. Aturan ini berlaku efektif pada 1 Januari 2020.
 
Kenaikan itu secara resmi diumumkan pada akhir Oktober lalu lewat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 152 Tahun 2019 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau. Untuk mengantisipasi harga rokok naik drastis di awal tahun depan, pedagang rokok mulai menaikkan harga rokok di tingkat eceran pelan-pelan.
 
"Di pedagang sudah mengantisipasi kenaikan pada Januari, sehingga pedagang tidak akan menaikkan (harga rokok secara drastis) seperti itu. Sejak beberapa bulan terakhir rokok di level konsumen sudah naik pelan-pelan," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam konferensi pers di kantor pusat BPS, Jalan Dr Sutomo, Jakarta Pusat, Senin, 2 Desember 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Suhariyanto menjelaskan rokok kretek dan rokok kretek filter sudah menyumbang tambahan inflasi sejak Oktober 2019 akibat kenaikan harga rokok di tingkat eceran. Pada bulan itu, kedua jenis rokok itu masing-masing menyumbang inflasi sebesar 0,01 persen.
 
"Bulan lalu (Oktober 2019) rokok kretek dan rokok kretek filter masing-masing sudah menyumbang (inflasi) 0,01 persen. Makanya pedagang di bawah mengantisipasi rencana kenaikan rokok pada Januari," ungkap dia.
 
Sementara pada November 2019, rokok kretek dan rokok kretek filter juga menyumbang tambahan inflasi masing-masing sebesar 0,01 persen. Di bulan tersebut, kelompok pengeluaran makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,25 persen dengan andil kepada inflasi sebanyak 0,04 persen.
 
Menurut pemantauan BPS, kenaikan tarif cukai rokok oleh pemerintah membuat harga jual rokok kretek filter terkerek sebesar 0,70 persen. Hal tersebut membuat pedagang rokok eceran mengantisipasi dengan menaikkan harga rokok secara perlahan jauh-jauh hari.
 
"Kalau kita lihat pemantauan kita (kenaikan harga) rokok kretek filter 0,70 persen. Jadi pedagang naikkan tipis-tipis supaya enggak kaget," beber Suhariyanto.
 
Berdasarkan PMK 152/2019, kenaikan tarif cukai rokok terbesar yakni pada jenis rokok Sigaret Putih Mesin (SPM) sebesar 29,96 persen. Untuk cukai rokok jenis Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) naik sebesar 25,42 persen, Sigaret Kretek Mesin (SKM) 23,49 persen, dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) 12,84 persen.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif