Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK). Medcom/Gervin.
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK). Medcom/Gervin.

April 2019, Peserta BPJS-TK Capai 51 Juta Peserta

Ekonomi bpjs ketenagakerjaan
Gervin Nathaniel Purba • 28 Mei 2019 06:51
Jakarta: Jumlah peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) tercatat terus bertambah. Sampai April 2019, peserta BPJS-TK mencapai 51 juta peserta. Dari 51 juta peserta, peserta aktif tercatat sebanyak 30,6 juta atau tumbuh 10 persen dari periode yang sama pada 2018.
 
Sementara perusahaan atau pemberi kerja aktif mencapai 589.933 pemberi kerja, atau tumbuh sembilan persen dari 2018 pada periode yang sama. Iuran yang diterima sampai April 2019 sebanyak Rp21,9 triliun atau tumbuh 11 persen.
 
“Dengan total pekerja terdaftar mencapai 51 juta peserta, Indonesia boleh berbangga karena cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan mencapai 56 persen dari total pekerja yang eligible dengan jumlah 93 juta, yaitu tidak termasuk ASN, TNI Polri, dan pekerja di luar usia tanggungan,” ujar Direktur Utama BPJS-TK Agus Susanto, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Senin, 27 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Agus, cakupan peserta jaminan sosial di Indonesia lebih unggul dibandingkan Filipina (47 persen), Vietnam (38 persen), dan India (19 persen). Bahkan secara global, cakupan masyarakat yang telah memiliki minimal satu perlindungan jaminan sosial di seluruh dunia hanya mencapai 45 persen.
 
Sementara dalam peta jalan jaminan sosial ketenagakerjaan yang disusun Bappenas, target cakupan kepesertaan untuk pekerja penerima upah pada 2021 sebanyak 80 persen, bukan penerima upah (BPU) 15 persen, jasa konstruksi 100 persen, dengan jumlah peserta aktif mencapai 51,71 persen.
 
“Tantangan utama dalam mencapai target kepesertaan berada pada segmen BPU gang merupakan mayoritas pekerja di Indonesia. Untuk menjangkau mereka, kami mengembangkan inisiatif Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) yang merupakan program keagenan dengan masyarakag komunitas sebagai agen perpanjangan tangan kami,” ujar Agus.
 
Dengan program Perisai, cakupan wilayah bisa dijangkau lebih luas karena para Perisai tersebar di berbagai penjuru wilayah Indonesia. “Hingga April 2019, jumlah Perisai sebanyak 4.760 orang dan mengakuisisi 717 ribu pekerja,” ucap Agus.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif