Pemerintah Percepat Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Palestina
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (tengah) saat jumpa pers usai pertemuan dengan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun (kiri). (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)
Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan segera mempercepat perjanjian perdagangan bebas Preferential Trade Agreement (PTA) dengan Palestina. Perjanjian tersebut diimplementasikan dalam bentuk transaksi dagang nol tarif antarkedua negara.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menargetkan seluruh produk Palestina pada Agustus 2019 dapat masuk ke pasar Indonesia tanpa bea masuk. Begitu pula dengan produk Indonesia ke Palestina juga tidak dikenai bea keluar.

"Indonesia menerima semua produk dari Palestina dan segera masuk dengan zero tarif. Pasar Indonesia terbuka sepenuhnya untuk Palestina," katanya dalam sebuah jumpa pers usai pertemuan dengan Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun, di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu, 23 Mei 2018.

Mendag mengungkapkan kedua negara saat ini baru memiliki nota kesepahaman perdagangan zero tarif untuk kurma dan minyak zaitun. Pembebasan tarif bea masuk dua produk tersebut diteken dalam perhelatan World Trade Organization (WTO) 2017 di Buenos Aires, Argentina.

Untuk itu, pemerintah ingin meningkatkan kerja sama tersebut dalam bentuk TPA agar seluruh produk Palestina dapat masuk ke Indonesia dan sebaliknya produk Indonesia yang diinginkan Palestina juga dapat masuk dengan harga terjangkau.

"Waktu MoU baru dua komoditi tetapi kita buka akses seluasnya dan mereka prefer dari Indonesia untuk kemudian kita tingkatkan ke TPA," imbuh Mendag.

Adapun perjanjian perdagangan bebas tersebut merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah Indonesia terhadap Palestina di sektor ekonomi tanpa memperhitungkan untung dan rugi. Pasalnya selama ini Indonesia baru memberikan dukungan secara politik.

"Kita enggak hanya support di politik tapi juga dari sisi ekonomi. Nilai persahabatan lebih tinggi dari hitungan ekonomi," tegas dia.

Ekspor Indonesia ke Palestina 2017 sebesar USD2,057 juta berupa komoditas kopi, teh, pasta, roti, parfum, dan sabun. Sedangkan impor dari Palestina yakni produk kurma dengan nilai USD341 ribu.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menegaskan dukungan Indonesia terhadap  Palestina mulai dari dukungan politik, ekonomi, hingga kebijakan luar negeri.

"Dalam setiap helaan nafas diplomasi Indonesia, di situ terdapat keberpihakan terhadap Palestina," ucap Presiden Jokowi di Rumeli Hall Lütfi Kprdar International Convention and Exhibition Center (ICEC), Istanbul, Turki, 13 Desember 2017.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id