Rupiah Lemah, Kemenperin Tunggu Langkah BI
Menperin Airlangga Hartarto. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Palembang: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menunggu langkah-langkah yang akan dilakukan Bank Indonesia (BI) dalam menyikapi pelemahan rupiah.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan pelemahan rupiah yang terjadi sepekan terakhir bisa terjadi sewaktu-waktu di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Oleh karena itu, dari sisi industri hanya menunggu langkah-langkah BI untuk menghadapi kondisi rupiah. Sebab, posisi rupiah terhadap dolar sangat berpengaruh dari sisi investasi.

"Tentu kita akan menunggu langkah-langkah BI untuk mengatasi rupiah," kata Airlangga di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat, 11 Mei 2018.

Airlangga menjelaskan, dampak pelemahan rupiah yang terjadi saat ini kepada dunia industri tidak terlihat dalam waktu dekat. Melainkan dalam jangka waktu yang panjang. Sebab, beberapa kontrak dunia industri adalah kontrak jangka panjang.

"Dampaknya kita lihat dulu karena long term," imbuh Airlangga.

Seperti diketahui, sempat melemah mencapai Rp14 ribu per USD namun pada penutupan Jumat ini nilai tukar rupiah menguat terhadap USD dan tidak lagi berada di level Rp14 ribu per USD.

Mengutip Bloomberg, tercatat rupiah ditutup level Rp13.960 per USD dibandingkan pembukaan perdagangan, Rp14.028 per USD. Rupiah bergeliat hingga 124 poin atau setara 0,88 persen.

Sedangkan berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah diperdagangkan menguat ke level Rp13.955 per USD, yang mencapai 115 poin atau setara 0,82 persen. Sementara berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan ke level Rp14.048 per USD.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360