April, Kredit Perbankan Tumbuh 8,9%
Ilustrasi. (Foto: Antara/Wahyu Putro).
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit perbankan tercatat Rp4.807,5 triliun atau tumbuh 8,9 persen (yoy) pada April 2018. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tumbuh 8,5 persen (yoy).

Dilansir dari lama resmi BI, Kamis, 31 Mei 2018, suku bunga kredit dan simpanan berjangka kembali turun sejalan dengan masih berlanjutnya transmisi penurunan suku bunga kebijakan Bank Indonesia. Pada April 2018, rata-rata tertimbang suku bunga kredit perbankan tercatat 11,10 persen atau turun delapan basis poin dari bulan sebelumnya.

Sementara itu, suku bunga simpanan berjangka dengan tenor satu, tiga, enam, dan 12 bulan pada April 2018 masing-masing tercatat 5,64 persen, 5,83 persen, 6,16 persen, dan 6,37 persen, turun dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 5,65 persen, 5,88 persen, 6,29 persen, dan 6,46 persen.

Pertumbuhan kredit tersebut mempengaruhi likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2). Tercatat posisi M2 tumbuh relatif stabil pada April 2018 didukung pula oleh ekspansi keuangan pemerintah.

Tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat tercatat tumbuh 8,6 persen (yoy) pada April 2018, meningkat dibandingkan dengan Maret 2018 yang tumbuh 5,9 persen (yoy). Namun, pertumbuhan M2 tertahan oleh perlambatan aktiva luar negeri bersih yang tumbuh 6,4 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tumbuh 9,3 persen (yoy).

BI mencatat posisi M2 tercatat Rp5.408,6 triliun pada April 2018 atau tumbuh 7,4 persen (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan dengan Maret 2018 yang tumbuh 7,5 persen (yoy).

Pertumbuhan M2 yang lebih lambat dipengaruhi oleh komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) yang tumbuh 10,2 persen (yoy), menurun dari bulan sebelumnya yang sebesar 11,9 persen (yoy). Sementara itu, uang kuasi tercatat tumbuh meningkat dari 6,2 persen (yoy) menjadi 6,6 persen (yoy) sehingga menopang pertumbuhan uang beredar.



(AHL)