Bermodal Kecil Bisa Bangun Usaha Kafe
Ilustrasi kafe. (FOTO: MI/Tosiani)
KAFE menjadi salah satu tempat kongkow kawula muda masa kini. Tak lepas dari gaya hidup, kafe juga membuka peluang bisnis yang menjanjikan bagi mereka yang ingin menggelutinya.

Untuk membangun usaha di bidang ini, Anda tidak perlu memiliki modal yang besar. Dengan menyiapkan konsep yang matang serta menu yang Anda tawarkan, itu akan menarik minat para anak muda untuk datang ke kafe Anda.

Head of Digital Moka Ferdi Anggriawan memiliki beberapa tips bagi Anda yang tertarik memiliki usaha untuk membuka kafe.

Cari lokasi dengan harga terjangkau.

Posisi menentukan prestasi. Sama halnya dalam berbisnis, penentuan lokasi memang menjadi hal krusial yang bisa menentukan kelangsungan usaha Anda. Namun, sewa lokasi adalah salah satu pengeluaran dana yang cukup besar ketika hendak memulai usaha kafe. Untuk itu selain mencari lokasi yang strategis, harga sewa yang terjangkau wajib menjadi pertimbangan Anda.

Jika modal Anda terbatas, Anda dapat mencari lokasi yang sederhana, seperti tempat tinggal sendiri atau kerabat yang memang memiliki halaman yang cukup. Jika Anda memiliki modal lebih banyak, Anda bisa mencari tempat-tempat yang ramai, misalnya di dekat kampus. Dengan begitu, Anda memiliki kesempatan untuk menargetkan pasar Anda untuk kalangan mahasiswa, yang mana cukup potensial.

Beli bahan baku secara grosir.

Salah satu kelebihan dari membeli di pedagang grosir adalah harganya yang jauh lebih murah. Nah, dengan membeli bahan baku menu yang Anda sajikan secara grosir, Anda akan menghemat pengeluaran sehingga bisa dialokasikan ke hal lain yang lebih penting. Namun, agar Anda mendapatkan harga yang murah, Anda harus membeli dalam jumlah yang banyak.

Ini juga dilakukan agar mengurangi tenaga yang akan Anda gunakan ketika toko sudah dibuka. Beli barang grosir yang Anda butuhkan dalam jumlah yang sedikit lebih banyak dari target pembelian awal Anda agar ketika saat angka penjualan Anda ternyata lebih tinggi, Anda tidak perlu gonjang-ganjing ketika bahan baku yang Anda perlukan habis di tengah jalan.

Tentukan konsep yang tidak membutuhkan biaya mahal.

Bagi pebisnis, meramu konsep mungkin menjadi hal yang sangat menyenangkan di mana Anda berusaha mewujudkan ide-ide kreatif yang dimiliki. Namun terkadang, konsep yang keren berbenturan dengan eksekusi dan biaya. Untuk itu, Anda bisa memikirkan konsep yang bagus tapi sekaligus ramah kantong. Misalnya, dengan membuat kafe berkonsep lesehan.

Selain lebih hemat karena tidak memerlukan bangku, kafe berkonsep lesehan tetap dapat membuat pelanggan merasa nyaman serta serasa seperti di rumah. Cukup sediakan meja dan buat suasana senyaman mungkin agar pengunjung betah berlama-lama dan ingin kembali lagi.

Rekrut pegawai part time.

Sebagai pemula karena masih merintis, Anda dan rekan bisnis yang lain bisa turun tangan mengurus kafe milik Anda terlebih dahulu. Namun jika dirasa butuh untuk merekrut pegawai, Anda bisa mulai dengan pegawai part time untuk mengurangi beban pengeluaran. Pasalnya, gaji yang Anda bayarkan ke mereka juga jadi lebih murah. 

Jadi, Anda bisa menangani pekerjaan yang memang masih bisa Anda lakukan, misalnya berada di dapur untuk mengurus makanan. Selebihnya, Anda bisa limpahkan sisa pekerjaan kepada pegawai, seperti melayani pelanggan yang datang, mencatat, serta mengantarkan pesanan mereka.

Manfaatkan media sosial untuk strategi pemasaran.

Media sosial adalah platform pemasaran yang efektif dengan biaya yang cukup murah. Jika Anda berhasil memanfaatkan media sosial dengan baik, followers serta audience yang telah Anda bangun akan menjadi calon pelanggan yang potensial. Maka dari itu, rajin-rajin lah membuat konten yang menarik. Anda juga bisa menggunakan akun media sosial kafe Anda sebagai sarana promosi, misalnya pengenalan menu baru, atau promo buy one get one.

Buat laporan keuangan secara menyeluruh.

Di poin sebelumnya sudah dijelaskan bahwa Anda bisa membeli bahan baku di pedagang grosir. Nah, pastikan Anda mencatat seluruh pengeluaran serta transaksi. Tujuannya adalah untuk memudahkan pembukuan sehingga tidak terjadi kesalahan yang malah menyebabkan usaha kafe Anda merugi.

Membuat laporan keuangan juga dibutuhkan untuk mengetahui ke mana dana mengalir. Untuk hal ini, Anda pun juga bisa menggunakan aplikasi kasir seperti Moka yang bisa mencatat tiap transaksi yang terjadi secara gratis. Mengingat biaya untuk menggunakan aplikasi kasir relatif murah, Anda akan menghemat waktu dan tenaga dibanding harus repot-repot mencatat secara manual setiap transaksi yang terjadi.

Merintis usaha kafe memang bukanlah sesuatu yang mudah. Namun, jika Anda serius dalam menekuninya, bukan mustahil kalau kafe Anda bisa sukses dan ramai dikunjungi. Jadi, tertarik memiliki sebuah kafe?



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id