Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Gati Wibawaningsih. Foto : Medcom.id/Ilham Wibowo.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Gati Wibawaningsih. Foto : Medcom.id/Ilham Wibowo.

Akses Pasar IKM Nasional Terus Diperkuat

Ekonomi umkm
Ilham wibowo • 02 Desember 2019 20:01
Jakarta: Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Gati Wibawaningsih memastikan pihaknya bakal terus memacu kualitas perajin di sektor industri kecil dan menengah (IKM) agar semakin memperkaya kreativitas dalam berkarya. Langkah ini diyakini akan mampu mendongkrak daya saing IKM nasional hingga kancah global.
 
“Supaya sektor industri kita terus berkembang dengan lebih kompetitif maka itu perlu meningkatkan kemampuan sumber daya manusianya, yang nantinya menjadikan atau menghasilkan sebuah produk unggulan industri Indonesia,” kata Gati saat membuka Pameran Nuansa Tanpa Batas di kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Senin, 2 Desember 2019.
 
Dirjen IKMA mengapresiasi Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) yang menggelar pameran tersebut sebagai ajang memperkenalkan berbagai produk industri binaannya. Pameran tersebut juga jadi jembatan memperbanyak jaringan bisnis dan memperluas akses pasar pelaku usahanya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Apalagi, IPEMI memiliki cabang di seluruh Indonesia, sehingga membuka peluang pasar yang luas dan dapat memberikan wawasan bagi para pelaku usaha lainnya. Jadi, IKM kita semakin mandiri, tangguh dan sejahtera,” tutur Gati.
 
Kinerja industri termasuk sektor IKM yang terus didorong merupakan fokus utama pemerintah. Saat ini, jumlah IKM di dalam negeri telah melampaui 4,4 juta unit usaha atau mencapai 99 persen dari seluruh unit usaha industri di Tanah Air.
 
Selain itu, sektor IKM juga sudah menyerap hingga 10,5 juta tenaga kerja atau berkontribusi 65 persen dari sektor industri secara keseluruhan. Artinya, IKM berperan penting menjadi motor penggerak utama perekonomian nasional.
 
“Selain ditunjang kekayaan alam dan budaya, perlu ditopang pula dengan keterampilan dari para perajin IKM kita di seluruh wilayah Nusantara, mulai dari sektor fesyen, kerajinan, hingga makanan dan minuman, yang menjadi potensi kita selama ini,” sebutnya.
 
Gati menambahkan pihaknya optimistis produk industri nasional tidak kalah bersaing dengan produk impor. Kemenperin juga memacu kinerja sektor IKM yang berorientasi ekspor, dengan harapan dapat berperan memperbaiki defisit neraca perdagangan.
 
“Apabila sudah digenjot kreativitas dan inovasinya, kemudian dikuatkan lagi dengan penggunaan desain dan pemanfaatan teknologinya. Kami percaya, jika potensi besar itu terus dikelola dan dikembangkan sesuai dengan permintaan pasar, akan mampu menghasilkan manfaat bagi ekonomi yang sangat besar,” paparnya.
 
Pemanfaatan teknologi dinilai dapat menciptakan inovasi produk serta meningkatkan produktivitas secara lebih efisien, tanpa meninggalkan ciri khas kearifan lokal Nusantara. Hal tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mewujudkan harapan besar dari arah peta jalan Making Indonesia 4.0, yang menargetkan Indonesia masuk dalam jajaran 10 negara maju dengan perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030.
 
“Bahkan, di sektor fesyen muslim, kita menargetkan Indonesia akan menjadi pusat fesyen muslim di dunia. Pada tahun 2020, kami akan membuat pameran yang cukup besar, yang dinamakan Indonesia Industrial Moslem Exhibition (ii-motion), untuk mendukung sektor tersebut. Kami berharap IPEMI bisa ikut berpartisipasi,” tuturnya.
 
Sebagai bentuk apresiasi atas peran penting dan prestasi perempuan, dalam rangkaian Pameran Nuansa Tanpa Batas, IPEMI memberikan anugerah Penghargaan Perempuan Inspirasi Indonesia sekaligus meluncurkan buku Perempuan Inspirasi Indonesia 2019.
 
Penghargaan tersebut diberikan kepada 86 perempuan hebat di Indonesia yang dinilai sukses sebagai teladan seorang ibu dalam membina rumah tangga sekaligus berhasil mencatatkan prestasi di berbagai bidang dan bahkan berkontribusi dalam pembangunan nasional. Adapun ke-86 tokoh penerima penghargaan ini terdiri dari berbagai kalangan mulai dari pemimpin daerah, entrepreneur, politisi, seniman, budayawan, public figure, hingga aktivis pemberdayaan perempuan di Tanah Air.
 
Ketua Umum IPEMI Ingrid Kansil mengatakan anugerah penghargan Perempuan Inspirasi Indonesia ini diselenggarakan sebagai upaya partisiptif dari IPEMI atas peran multitasking perempuan Indonesia yang mampu berkontribusi dan menoreh prestasi.
 
“Sepanjang sejarah, Indonesia telah melahirkan perempuan-perempuan hebat yang punya andil besar dalam membangun bangsa ini. Mereka adalah Tiang Bangsa dan Tak ada satupun masa berlalu tanpa kehadiran dan kiprah perempuan pejuang,” ujarnya.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif