Ilustrasi. FOTO: MI/ANGGA YUNIAR
Ilustrasi. FOTO: MI/ANGGA YUNIAR

Asosiasi Pilot Garuda Dukung Langkah Erick Thohir

Ekonomi Garuda Indonesia
Antara • 06 Desember 2019 13:03
Jakarta: Asosiasi Pilot Garuda (APG) mendukung langkah yang diambil oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam menegakkan aturan di maskapai pelat merah tersebut. Diharapkan penegakan aturan tersebut bisa menyehatkan PT Garuda Indonesia Tbk di masa-masa mendatang.
 
"APG akan terus mendukung seluruh langkah-langkah pemerintah dalam menegakkan aturan dan ketentuan yang berlaku sesuai dengan komitmen kita untuk selalu menjunjung tinggi aturan dan taat terhadap aturan," ujar Capt Bintang Hardiono, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Jumat, 6 Desember 2019.
 
Dia menambahkan menyikapi ramainya pemberitaan yang beredar saat ini APG mengimbau seluruh anggota untuk tetap menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan bekerja secara profesional dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keterangan resmi dari Asosiasi Pilot Garuda tersebut muncul usai Menteri BUMN Erick Thohir mencopot Direktur Utama Garuda Ari Ashkara. Dirut tersebut diberhentikan terkait kasus motor gede Harley yang diduga diselundupkan melalui pesawat baru Garuda.
 
Erick mengatakan pemberhentian itu akan ada prosedurnya lagi, mengingat Garuda merupakan perusahaan publik. Hasil pemeriksaan Bea Cukai terhadap pesawat tersebut, pada bagian kabin cockpit dan penumpang pesawat tidak diketemukan pelanggaran kepabeanan dan tidak ditemukan barang kargo lain (sesuai dokumen cargo manifest: nil cargo).
 
Namun pemeriksaan pada Iambung pesawat (tempat bagasi penumpang) ditemukan beberapa koper bagasi penumpang dan 18 koli yang keseluruhannya memiliki claimtag sebagai bagasi penumpang.
 
Terhadap bagasi penumpang berupa koper telah dilakukan pemeriksaan dan ditemukan barang-barang keperluan pribadi penumpang sedangkan pemeriksaan terhadap 18 kali tersebut ditemukan 15 koli berisi sparepart motor Harley Davidson bekas dengan kondisi terurai, dan tiga koli berisi dua unit sepeda Brompton kondisi baru beserta aksesoris sepeda.
 
Berdasarkan hasil penelusuran di pasaran perkiraan nilai motor Harley Davidson tersebut berkisar antara Rp200 juta sampai dengan Rp800 juta per unitnya. Sedangkan nilai dari sepeda Brompton berkisar antara Rp50 juta hingga Rp60 juta per unitnya. Sehingga perkiraan total kerugian negara berkisar antara Rp532 juta sampai dengan Rp1,5 miliar.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif