Ilustrasi - - Foto: MI/Panca Syurkani
Ilustrasi - - Foto: MI/Panca Syurkani

Inas Nasrullah Apresiasi Kinerja Garuda

Ekonomi garuda indonesia
Damar Iradat • 27 Juli 2019 01:08
Jakarta: Wakil Ketua Komisi VI DPR Inas Nasrullah mengapresiasi kinerja PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang mencatat laba bersih pada Kuartal I-2019 sebesar USD19,73 juta. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dengan periode sebelumnya yang merugi USD64,27 juta.
 
"Berarti ada upaya luar biasa dari Garuda Indonesia. Semoga ke depan kinerja Garuda Indonesia terus tumbuh positif. Kita harapkan itu," kata Inas di Jakarta, Jumat, 26 Juli 2019.
 
Menurut Inas, Garuda Indonesia harus dijaga dengan baik. Secara khusus, kata dia, jajaran komisaris Garuda Indonesia juga sepatutnya mendukung langkah-langkah terobosan untuk memajukan perusahaan plat merah itu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bukan malah menjatuhkan," tuturnya.
 
Ia juga menilai, kinerja Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra juga berdampak positif. Apalagi, menurut dia, setelah Ari masuk, saham garuda melejit dan mendapat keuntungan di Kuartal I-2019.
 
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mencatat laba bersih pada penyajian ulang (restatement) laporan keuangan kuartal I-2019 sebesar USD19,73 juta. Jumlah itu meningkat dibandingkan dengan periode sebelumnya yang merugi USD64,27 juta.
 
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Fuad Rizal mengatakan capaian laba tersebut ditunjang oleh lini pendapatan layanan penerbangan berjadwal sebesar USD924,93 juta. Angka itu tumbuh sebesar 11,6 persen dibandingkan periode yang sama di kuartal I-2018 sebesar USD828,49 juta.
 
Baca:Garuda Kantongi Laba USD19,73 Juta di Kuartal I-2019
 
Selain itu, Garuda juga mencatatkan pertumbuhan signifikan pada kinerja pendapatan usaha lainnya sebesar 27,5 persen dengan angka mencapai USD171,8 juta.
 
Peningkatan kinerja perseroan, katanya, didukung oleh program efisiensi dan efectiveness yang berkelanjutan, optimalisasi aspek cost structure, capacity adjustment pada produksi sesuai demand sehingga konsumsi fuel menjadi lebih terukur dan beban fuel expense juga dapat ditekan.
 

(DMR)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif