Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris. Medcom/Sumaryanto.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris. Medcom/Sumaryanto.

Iuran Naik, BPJS Kesehatan Janji Perbaiki Layanan

Ekonomi bpjs kesehatan
Eko Nordiansyah • 02 September 2019 21:05
Jakarta: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan berjanji akan memperbaiki layanan jika iuran peserta naik. Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris menyebut selama ini pihaknya kesulitan antara memastikan layanan tetap baik sementara iuran peserta tidak berjalan sesuai harapan.
 
"Tentu concern kita akan lebih banyak kepada service, memastikan service ini lebih baik. Sekarang kan seperti ayam dengan telur. Jadi kadang kala kita ingin service bagus, loh ini saja belum dibayar, jadi harapannya itu kalau kaitannya penyesuaian ini dengan service yang diberikan," kata dia di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 2 September 2019.
 
Menurutnya, DPR bersama dengan pemerintah memiliki visi yang sama untuk menyelesaikan masalah defisit di BPJS Kesehatan. Apalagi Menteri Keuangan Sri Mulyaini telah menyampaikan secara rinci berapa besaran iuran yang seharusnya diterapkan dengan perkiraan defisit BPJS Kesehatan setiap tahun.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hari ini kita mendapatkan titik terang bahwa permasalahan yang fundamental selama ini yaitu tentang iuran yang belum sesuai aktuaria itu sudah menemukan paling tidak titik akhirnya. Paling tidak dengan hitungan yang ada, yang diterbitkan kemarin," jelas dia.
 
Tanpa kenaikan iuran peserta, BPJS Kesehatan diperkirakan akan mengalami peningkatan defisit. BPJS Kesehatan akan desifit Rp39,5 triliun pada tahun ini, jumlahnya bakal meningkat jadi Rp50,1 triliun di 2021, Rp58,6 triliun di 2022, Rp67,3 triliun di 2023, dan Rp77,9 triliun di 2024.
 
Sementara itu, Sri Mulyani sebelumnya mengusulkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan untuk kelas II menjadi Rp110 ribu dan kelas I sebesar Rp160 ribu. Sementata untuk kelas III diusulkan sebesar Rp42 ribu dari Rp25.500.
 
Dengan kenaikan ini, Sri Mulyani memperkirakan akan ada surplus Rp17,2 triliun di 2020 yang bisa digunakan untuk menutup defisit tahun ini. Kemudian akan ada surplus Rp11,59 triliun untuk 2021, Rp8 triliun di 2022, dan 2023 surplus sebesar Rp4,1 triliun.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif