Young Changemakers Social Enterprise Academy (YCSEA) 2.0 diharapkan dapat membangkitkan wirausaha perempuan, khususnya socio-technopreneur (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)
Young Changemakers Social Enterprise Academy (YCSEA) 2.0 diharapkan dapat membangkitkan wirausaha perempuan, khususnya socio-technopreneur (Foto:Medcom.id/Anggi Tondi Martaon)

YCSEA 2.0 Dorong Keterlibatan Perempuan dalam Socio-technopreneur

Ekonomi @america
Anggi Tondi Martaon • 24 Oktober 2019 20:35
Jakarta: Keterlibatan perempuan Indonesia menjadi seorang socio-technopreneur masih minim. Bidang tersebut didominasi kaum pria.
 
Socio-technopreneur merupakan pengusaha berjiwa sosial yang memanfaatkan teknologi. Salah satu bentuk socio-technopreneur ialah pengembangan perusahaan rintisan (startup). Contoh, GoJek. Dengan pemanfataan teknologi informasi, GoJek menawarkan solusi transportasi sekaligus membuka peluang kerja baru.
 
Berdasarkan laporan Mapping dan Database Startup Indonesia yang disampaikan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), 91 perusahaan startup di Indonesia didirikan oleh laki-laki. Sementara, hanya 9 persen yang dibangun oleh perempuan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Melihat kondisi tersebut, @america bekerja sama dengan campaign.com menyelenggarakan kegiatan Young Changemakers Social Enterprise Academy (YCSEA) 2.0 dengan tema Female Socio-technopreneur.
 
Melalui YCSEA 2.0 diharapkan dapat membangkitkan wirausaha perempuan, khususnya socio-technopreneur.
 
Dalam mencapai tujuan tersebut, penyelenggara YCSEA 2.0 mencantumkan syarat khusus, yaitu mewajibkan setiap tim beranggotakan satu perempuan yang menempati posisi key management.
 
CEO Campaign.com dan YCSEA Team Wiliam Gondokusumo menjelaskan YCSEA sengaja mengangkat tema tersebut karena ingin mewujudkan kesetaraan gender (gender balance).
 
"Sangat penting gender balance. Pada penyelenggaraan YCSEA 1, kita perhatikan sangat sulit mewujudkan gender balance. Pasti ada something wrong (sesuatu yang salah). Kurangnya di mana?" kata Wiliam pada acara pembukaan YCSEA 2.0, di Pusat Kebudayaan @america, Pacific Place, Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019.
 
Turut hadir pada acara pembukaan tersebut perwakilan Economic Corner Kedutaan Besar Amerika di Jakarta Evan Fowler, pemenang YCSEA 1.0 dan CEO Afta B-Iconic Aulia Fitria Ulfah, Alpa JWC Venture Adelia Anjani Putri, dan Social Innovation Acceleration Program Boothcamp Partner Agnia Banat.
 
Acara pembukaan tersebut juga disaksikan langsung oleh perwakilan perguruan tinggi Unand, UNTAN, dan UMY melalui live streaming.
 
Untuk mewujudkan tujuan YCSEA 2.0 mendorong kesetaraan gender, syarat lain yang harus dipenuhi yakni usaha yang dibawa dalam kompetisi tersebut harus pada level purwarupa. Produk yang dibawa harus dipresentasikan menggunakan teknologi.
 
Peserta YCSEA 2.0 akan mengikuti empat coaching class. Rangkaian tersebut akan diisi oleh perwakilan perempuan dari berbagai perusahaan berbeda. Mereka akan memberikan workshop kepada seluruh peserta agar berbagai ide yang lahir bisa dijadikan sebagai inspirasi bisnis.
 
Coaching class akan diselenggarakan di @amerika, Pacific Place. Acara ini terbuka untuk umum. Sesi coaching class juga akan disiarkan langsung via media sosial dan sejumlah American Corners.
 
Pola tersebut dinilai sangat bermanfaat bagi para calon socialpreneur muda. Seperti yang disampaikan oleh Aulia Fitria Ulfah, CEO Afta B-Iconic.
 
"Saya belajar banyak. Misalnya, cara menetapkan tujuan bisnis yang jelas, menciptakan model bisnis yang berkelanjutan dan lainnya," kata Aulia menceritakan pengalamannya saat mengikuti bootcamp YCSEA 1.0.
 
Informasi lebih lengkap mengenai pendaftaran dan kampanye #BeSociopreneur bisa dilihat langsung melalui aplikasi Campaign #forchange atau situs www.campaign/BeSociopreneur.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif