Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Foto : Medcom/Suci.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Foto : Medcom/Suci.

Kepala BKPM: Indonesia Belum Jadi Surga bagi Investor

Ekonomi bkpm
Nia Deviyana • 18 November 2019 21:58
Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menilai Indonesia belum bisa mengambil manfaat dari bergejolaknya situasi global. Utamanya dalam hal investasi. Dia bilang persoalannya karena Indonesia belum bisa menjadi surga bagi investor.
 
"Ini penyebabnya, sehingga larinya ke Vietnam,” ujar Bahlil melalui keterangan resminya, Senin, 18 November 2019.
 
Di depan 123 peserta rapat koordinasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi seluruh Indonesia, Bahlil memaparkan kondisi global yang sedang bergejolak tak selamanya merugikan. Namun, justru membawa untung bagi Indonesia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Amerika Latin ada gejolak Evo Morales, di Eropa ada ketidakpastian, ada masalah Brexit. Di Asia ada masalah Hongkong, di Tiongkok ada perang dagang dengan Amerika. Ekspor akhirnya bermasalah. Tetapi ini kabar baik bagi investasi. Banyak yang lari dari negara-negara itu," ujar Bahlil.
 
Sejauh ini Vietnam masih menjadi surga investasi bagi negara-negara yang bergejolak itu. Padahal, kata dia, sebanyak 44 persen dari total 600 juta penduduk ASEAN ada di Indonesia. Investor sulit masuk karena kemudahan memulai bisnis di Indonesia masih sangat berat.
 
"Kemudahan berbisnis kita masih kalah dari Vietnam. Ini KPI (Key Performance Indicator) pertama kita ke depan," ucap Bahlil.
 
Bahlil menambahkan saat ini sebanyak 24 perusahaan siap berinvestasi sebesar Rp708 triliun ke Indonesia. Perusahaan tersebut siap masuk ke berbagai sektor usaha. Namun, tidak jarang investasi hanya berakhir pada level komitmen karena hambatan berinvestasi yang cukup besar.
 
"Dengan rumitnya regulasi sektoral, berbelit-belit, membuat banyak investor ini balik badan kembali ke negaranya masing-masing. Dia bertahun-tahun susah dapat selembar surat. Jangankan pengusaha luar, investor dalam negeri pun bisa lari," ucap Bahlil.
 
Bahlil mengatakan BKPM akan fokus membenahi persoalan domestik. Dia menjelaskan bahwa promosi tetap jalan meskipun strateginya berubah.
 
"Bayangkan kalau yang investasi Rp708 triliun itu sukses. Ini mereka akan jadi promotor kita di luar negeri. Mereka tidak lagi merasa ditipu-tipu," jelas dia.
 
Dia menjelaskan akan mulai membenahi soal kewenangan perizinan sektoral, perpajakan, dan pengadaan lahan. "Kita juga akan selesaikan masalah koordinasi di daerah," pungkasnya.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif