Illustrasi. MI/Usman Iskandar.
Illustrasi. MI/Usman Iskandar.

BI Turunkan Biaya Transfer Kliring Menjadi Rp3.500/Transaksi

Ekonomi bank indonesia
Nia Deviyana • 25 Juni 2019 20:56
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menetapkan biaya transfer yang dibebankan kepada nasabah melalui sistem kliring nasional menjadi maksimal Rp3.500 per transaksi, dari biaya sebelumnya yakni Rp5.000 per transaksi. Direktur Pengembangan Infrastruktur Sistem Pembayaran BI Ery Setiawan mengatakan aturan ini berlaku efektif mulai 1 September 2019.
 
"Kita ingin mendorong bank untuk memberikan layanan yang lebih murah dibandingkan sebelumnya," ujar Ery dalam Bincang Bersama Media (BBM) di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa, 25 Juni 2019.
 
BI juga memangkas biaya layanan transfer dana yang dikenakan BI terhadap perbankan menjadi Rp600 per transaksi, dari biaya sebelumnya sebesar Rp1.000. Ketentuan penurunan biaya transfer kliring ini tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI)) 21/8/PBI/2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam ketentuan baru Bank Sentral itu, terdapat dua poin utama perubahan lainnya yaitu penambahan waktu setelmen atau penyelesaian transaksi dan batasan transaksi maksimal dalam Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).
 
Saat ini waktu penyelesaian transaksi untuk transfer kliring sebanyak lima kali dalam satu hari yakni pada pukul 09.00 WIB, 11.00 WIB, 13.00 WIB, 15.00 WIB, dan 16.45 WIB serta dua kali dalam 1 hari untuk layanan pembayaran reguler yakni pada pukul 08.00 WIB dan 14.15 WIB.
 
Mulai 1 September 2019, waktu penyelesaian transaksi akan bertambah menjadi sembilan kali dalam satu hari untuk layanan transfer dana dan pembayaran reguler, yakni pada pukul 08.00 WIB, 09.00 WIB, 10.00 WIB, 11.00 WIB, 12.00 WIB, 13.00 WIB, 14.00 WIB, 15.00 WIB, dan 16.45 WIB. Dengan demikian, penyelesaian transaksi kliring dapat dilakukan maksimal dua jam.
 
Sementara pada batasan maksimal kliring, BI meningkatkan batas maksimal transfer dari sebelumnya Rp500 juta untuk semua layanan SKNBI, menjadi Rp1 miliar untuk layanan transfer dana dan pembayaran reguler, serta Rp500 juta untuk layanan kliring warkat debit dan layanan penagihan reguler.
 
"Sesuai tren dunia sekarang, bank sentral ingin mendorong retail payment yang semakin cepat dan murah. Untuk retail payment bank sentral juga ingin mengerem laju pertumbuhan tunai, dan ingin masuk ke nontunai," pungkasnya.

 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif