Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI
Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI

Pemerintah Diminta Tak Gunakan Uang Negara untuk Jiwasraya

Ekonomi Jiwasraya
Eko Nordiansyah • 29 Januari 2020 07:27
Jakarta: Pemerintah diminta untuk tidak menggunakan uang negara untuk menyelamatkan masalah di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Suntikan lewat Penyertaan Modal Megara (PMN) dari uang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan menambah citra buruk pemerintah.
 
"Tidak perlu ada PMN, jangan dikasih bailout karena akan menjadi preseden buruk. Apalagi APBN sedang defisit. Makanya Sri Mulyani tidak mau bailout ataupun PMN," kata Pengamat Asuransi Hotbonar Sinaga, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 28 Januari 2020.
 
Dirinya menambahkan pemerintah bisa mencari cara lain untuk menyelesaikan masalah perusahaan pelat merah tersebut. Misalnya saja dengan restrukturisasi produk asuransi yang bisa memperbaiki pertumbuhan penerimaan organik dari perusahaan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jualan produk asuransi pesangon, dan cover 40 juta peserta Jamsostek dengan kecelakaan di luar jam kerja. Kan sekarang Jamsostek hanya cover kecelakaan kerja selama jam kerja atau terkait dengan hubungan industrial saja," jelas dia.
 
Selain itu, pembentukan holding perusahaan BUMN asuransi bisa menjadi cara menyelamatkan Jiwasraya. Nantinya Jiwasraya bisa mendapat suntikan dana dalam bentuk pinjaman subordinasi yang berasal dari pinjaman perusahaan holding tersebut.
 
"Ketiga, membentuk anak perusahaan. Itu mesti ditanya sama (Kementerian) BUMN, apa yang dimaksud dengan bentuk anak usaha," ungkapnya.
 
Hotbonar menilai kerja sama anak usaha PT Jiwasraya Putra dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Pegadaian, PT Telekomunikasi Seluler dan PT Kereta Api Indonesia tidak akan menghasilkan banyak dana tambahan. Pasalnya produk yang dijual merupakan asuransi ritel.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif